Banjarbaru – Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan mendorong seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan prediksi musim hujan 2026/2027 sebagai dasar perencanaan dan langkah antisipasi di berbagai sektor.
Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, dalam Press Conference Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan secara daring, Rabu (7/10/2026).
Klaus mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan sebagai UPT BMKG dalam menyediakan informasi iklim yang berkualitas, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan serta pengambilan keputusan.
Menurutnya, informasi iklim bukan hanya menjadi kebutuhan BMKG, tetapi juga kebutuhan bersama dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pihaknya mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut.
Klaus menjelaskan, musim hujan memiliki pengaruh penting terhadap berbagai sektor di Kalimantan Selatan, mulai dari pertanian, perkebunan, sumber daya air, infrastruktur, transportasi, kesehatan, lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Informasi prediksi musim hujan tidak seharusnya berhenti sebagai informasi teknis. Informasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah antisipasi dan perencanaan yang konkret sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektor dan wilayah,” ujarnya.
Dalam press conference tersebut, Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menyampaikan prediksi musim hujan 2026/2027 sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, akademisi, media dan masyarakat dalam menyusun berbagai langkah ke depan.
Klaus menegaskan, prediksi musim merupakan informasi mengenai kecenderungan atau karakteristik musim pada skala waktu dan wilayah tertentu.
Sementara kondisi cuaca sehari-hari tetap dapat mengalami dinamika, sehingga informasi prediksi musim perlu dilengkapi dengan pemantauan cuaca dan iklim yang diperbarui secara berkala.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara BMKG dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, media serta seluruh pemangku kepentingan.
“BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan siap menjadi mitra dalam menyediakan informasi meteorologi dan klimatologi yang dapat mendukung perencanaan pembangunan, pengurangan risiko, serta perlindungan masyarakat,” katanya.
Klaus mengajak seluruh pemangku kepentingan tidak menunggu kondisi ekstrem terjadi untuk bertindak.
Menurutnya, informasi iklim akan memberikan manfaat lebih besar apabila digunakan sejak tahap perencanaan dan pengambilan keputusan, sehingga Kalimantan Selatan dapat bergerak dari pola respons terhadap kejadian menuju langkah antisipasi dan pengurangan risiko. [fuz|mc]
