Banjarbaru – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Blok Merah Gubernur Syarkawi, terus diintensifkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas PUPR, serta mitra perusahaan pertambangan mengerahkan personel untuk menuntaskan titik api di kawasan tersebut.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Endarto, mengatakan, mitra pertambangan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari hampir 20 perusahaan dengan estimasi kekuatan sekitar 70–80 personel.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan pertambangan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya pemerintah menangani karhutla, khususnya di kawasan yang membutuhkan penanganan intensif.
“Sebagian besar pasukan yang sebelumnya berada di Guntung Damar telah kami geser ke sini untuk memperkuat penanganan di Blok Merah,” ujarnya, Banjarbaru, Jumat (16/10/2026).
Endarto menjelaskan, tim gabungan dibagi berdasarkan tugas masing-masing, mulai dari penyediaan pasokan air, pembukaan akses menuju titik kebakaran, hingga pelaksanaan pemadaman secara langsung.
Untuk menjaga efektivitas operasi, seluruh personel melaksanakan briefing setiap pagi sebelum memulai kegiatan dan kembali melakukan evaluasi pada sore hari.
Pemetaan titik api juga dilakukan menggunakan drone agar petugas dapat mengetahui lokasi kebakaran secara lebih akurat sebelum bergerak ke lapangan.
Endarto berharap, melalui sinergi pemerintah, petugas pemadam, dan perusahaan pertambangan, penanganan karhutla di Blok Merah dapat diselesaikan sesuai target.
Ia menegaskan, seluruh personel diminta tetap waspada dan segera memadamkan bara api maupun asap yang berpotensi memunculkan titik kebakaran baru. [rns|mc]
