Kotabaru – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut yang dirangkaikan dengan Advokasi Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Kotabaru, Rabu (7/10/2026) lalu.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, bersama Tim Bunda PAUD dan Tim Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan.
Partisipasi RSGM Gusti Hasan Aman dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan gigi dan mulut, khususnya bagi anak usia dini.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaborasi lintas sektor, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membangun kebiasaan merawat gigi sejak anak-anak.
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan gigi dan mulut sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang pada anak.
Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, orang tua, satuan pendidikan, serta berbagai pihak yang berperan dalam tumbuh kembang anak.
“Pencegahan gigi berlubang harus dimulai sejak usia dini, bukan hanya ketika anak sudah mengalami sakit gigi. Anak-anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan gigi dan mulut, menyikat gigi dengan cara yang benar, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman manis. Peran orang tua dan lingkungan pendidikan juga sangat penting agar kebiasaan baik tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).
Mashuda menjelaskan, permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan, aktivitas, hingga pemenuhan kebutuhan gizi.
“Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika anak memiliki gigi yang sehat, mereka dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu masalah gigi,” tambahnya.
Ia menegaskan, keterlibatan RSGM Gusti Hasan Aman dalam kegiatan bersama Tim Bunda PAUD dan Tim Posyandu juga menjadi upaya untuk memperkuat sinergi dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada keluarga dan masyarakat.
Dengan dukungan lintas sektor, edukasi kesehatan gigi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan yang diterapkan di rumah maupun di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Menurut Mashuda, upaya tersebut sejalan dengan semangat mewujudkan Kalimantan Selatan Bebas Karies 2030, yang membutuhkan keterlibatan bersama dalam meningkatkan kesadaran, memperkuat pencegahan, serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gigi dan mulut secara tepat.
“Target Kalsel Bebas Karies 2030 membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak. Kami berharap edukasi yang diberikan sejak dini dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Semakin awal kebiasaan menjaga kesehatan gigi ditanamkan, semakin besar peluang anak-anak terhindar dari masalah gigi berlubang di kemudian hari,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, RSGM Gusti Hasan Aman berupaya memperluas akses informasi kesehatan gigi dan mulut sekaligus mendorong deteksi dini terhadap permasalahan gigi pada anak.
Sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan, keluarga, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan karies serta mendukung terwujudnya generasi Kalimantan Selatan yang sehat dan berkualitas. [dam|mc]
