13 Sekolah Mendapat Pembinaan Adiwiyata Dari DLH Tanah Bumbu

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup sekaligus pembinanan sekolah Adiwiyata tahun 2022 dihelat Dinas LH Kabupaten Tanah Bumbu.

Yakni melibatkan Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) bersama Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3).

Bacaan Lainnya

Pejabat Fungsional Analis Kebijakan DLH Tanah Bumbu, Siti Fatimah menjelaskan, pembinaan sekolah Adiwiyata dimulai dari calon sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) berjumlah 13 sekolah.

“Gerakan pembinaan diawali pada pertengahan Januari sampai awal Februari 2022. Hasilnya seluruh sekolah sasaran sudah terbina, dari Kecamatan Hilir, menyisir ke Batulicin, Sungai Loban, Satui, Kusan Hulu dan berakhir di Teluk Kepayang,” jelasnya Jumat, (11/2/2022).

Fatimah memaparkan, terkait materi yang disampaikan berupa perbaikan folder bukti Adiwiyata yang sudah diperiksa oleh DLH untuk diperbaiki sekolah sekaligus melihat kondisi fisik lapangan sekolah.

Selain itu, disampaikan juga tentang pengelolaan sampah berbasis bank sampah di sekolah. Dalam kesempatan itu juga, DLH memberikan saran dan masukan meliputi enam aspek.

Diantaranya kebersihan sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi air, konservasi energi dan inovasi.

Menurutnya, sekolah yang menjadi sasaran pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari CSAK menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten (SAK) dengan nilai minimal 70, CSAP menjadi Sekolah Adiwiyata Provinsi (SAP) nilai minimal 80.

“Kemudian CSAN menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional (SAN) nilai minimal 90 serta CSAM menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri (SAM) minimal memperoleh nilai 90 plus 3 sekolah binaan yang didampingi menuju Sekolah Adiwiyata Kabupaten,” terangnya.

Fatimah berharap, sekolah yang yang mengikuti program Adiwiyata dapat melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

“Guna mewujudkan perubahan perilaku yang signifikan terhadap kecintaan pada lingkungan hidup melalui perilaku ramah lingkungan baik secara terintegrasi dalam pembelajaran, ekstrakurikuler maupun kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *