Banjar – Program fasilitasi sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan mendapat apresiasi dari para peserta.
Kegiatan ini dinilai membantu tenaga kerja pariwisata meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengakuan profesional sesuai standar industri.
Salah satu peserta, Muhammad Agus Wahyudi, seorang barista di salah satu kedai kopi di Banjarmasin, menilai sertifikasi kompetensi tersebut memberikan manfaat bagi pekerja sektor pariwisata, khususnya yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para barista untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi secara profesional. Karena itu, saya sangat tertarik mengikuti kegiatan kali ini,” ujar Agus saat ditemui di lokasi kegiatan, salah satu hotel di Kabupaten Banjar, Kamis (15/10/2026).
Agus yang telah bekerja sebagai barista selama hampir tiga tahun mengaku masih perlu terus belajar dan memperdalam pengetahuan serta keterampilannya di dunia perkopian.
Menurutnya, pengalaman kerja perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar dapat berkembang secara profesional.
Ia berharap Dispar Kalsel dapat menyelenggarakan program serupa secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak tenaga kerja, khususnya barista, yang memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Sebab, banyak barista di daerah kita yang membutuhkan kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Apresiasi serupa disampaikan Wahyu, pegiat kopi asal Kabupaten Kotabaru yang telah berkecimpung di dunia perkopian selama hampir enam tahun.
Ia mengikuti sertifikasi tersebut sebagai bentuk validasi atas kompetensi yang dimiliki sekaligus tantangan untuk terus mengembangkan diri.
Meski tidak bekerja di kafe dan memilih mengelola mini bar sendiri di rumah, Wahyu dipercaya menjadi pengajar manual brew di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kotabaru.
Ia mengapresiasi langkah Dispar Kalsel yang memberikan kesempatan kepada tenaga kerja pariwisata untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.
“Alasan mengikuti sertifikasi ini sebenarnya untuk mendapatkan validasi sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk mengikuti kegiatan ini. Saya pribadi juga mengapresiasi Dinas Pariwisata Kalsel atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Wahyu.
Ia berharap Dispar Kalsel terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada generasi muda yang memiliki potensi untuk mengembangkan industri kopi di Banua.
Menurutnya, dukungan berkelanjutan diperlukan agar potensi anak muda dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi industri kopi daerah.
“Harapan saya, Dinas Pariwisata Kalsel dapat terus mengapresiasi anak-anak muda dan mendukung pengembangan potensi mereka pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, kegiatan fasilitasi sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Dispar Kalsel ini diikuti 100 tenaga kerja sektor pariwisata. Program tersebut menyasar empat profesi, yakni barista, resepsionis, bellboy, dan pramusaji hotel.
Melalui kegiatan ini, Dispar Kalsel berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing sumber daya manusia (SDM) pariwisata agar sesuai dengan standar industri. [jml|mc]
