Potensi Miliaran Rupiah di Pelabuhan Perikanan Dilirik Pemkab Tanah Bumbu

Sejumlah kapal nelayan tambat di Pelabuhan Pelelangan Batulicin (PPB) yang mulai dilirik Pemkab Tanah Bumbu sebagai sumber PAD baru.

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Pelabuhan Perikanan Batulicin ternyata menyimpan potensi pendapatan luar biasa. Setidaknya ratusan miliar rupiah lalu lintas transaksi jual beli ikan setahun di pelabuhan itu yang kini asetnya menjadi kewenangan Pemprov Kalsel tersebut.

Bacaan Lainnya

Potensi besar ini kini mulai dilirik Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, dalam rangka menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.

“Dalam waktu dekat Pemkab akan menerapkan retribusi di pelabuhan pelelangan ikan,” ungkap Kadis Perikanan Tanah Bumbu Yulian Herawati, usai sosialisasi peraturan daerah di kantornya, Kamis (12/5/2022).

Namun untuk memudahkan realisasi SKPD terkait lebih dulu melaksanakan sosialisasi peraturan daerah yang menjadi payung hukum retribusi tersebut.

Sosialisasi mengundang para agen ikan yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Batulicin. Sedangkan regulasi yang disosialisasikan yakni Perda Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Usaha.

“Kemudian Perda 17 dan Perbup Nomor 40 Tahun 2022 Tentang Peraturan Pelaksanaan Retribusi Tempat Pelelangan Ikan,” terang Yulian.

Terkait sosialisasi tersebut, katanya, agar nelayan bisa berkontrubusi kendaerah dalam transaksi lelang ikan. “Retribusi tersebut juga tidak besar karena hanya 1 persen saja,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *