Pemkab Sebut PT Arutmin dan PT Mjab Turut Bertanggung Jawab

Tanah Bumbu, lenterabanua.comPemkab Sebut PT Arutmin dan PT Mjab Turut Bertanggung Jawab

POLEMIK kerusakan lingkungan di area publik dan permukiman warga di jalan Trans Kalimantan KM 171 Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu menyeret nama 2 perusahaan pertambangan besar. Yakni PT Arutmin Indonesia dan PT MJAB.

Bacaan Lainnya

Karena yang satu sebagai pemilik konsesi diatas lahan terdampak, sedangkan satunya beraktivitas eksploitasi tambang batubara disekitar wilayah tersebut.

Hal itu terungkap dalam pertemuan belum lama tadi, antara Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dengan PT arutmin indonesia dan PT MJAB di Sungai Danau.

Jika kedua perusahaan tambang batubara itu siap turut berkontribusi dalam mengatasi masalah ambrolnya jalan poros nasional di Desa Satui Barat.

Mereka bersama pemda setempat sharing tanggungjawab memperbaiki dan menyiapkan jalan alternatif guna memberikan akses kepada masyarakat agar tetap mobilitas tak terputus. Paska ambrolnya jalan nasional di lokasi tersebut, beberapa hari lalu.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu, Rahmat Prapto Udoyo jika aset jalan yang ambrol merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Sehingga kami hanya bisa mengkomunikasikan penanganan kepada Balai Jalan Nasional. Peranan pemda membuka jalur alternatif dengan melibatkan perusahaan terdekat, PT Arutmin dan MJAB,” katanya.

Terkait tudingan kerusakan lingkungan DI lokasi tersebut akibat adanya aktivitas pertambangan, kembali ditegaskannya semua perizinan, pengawasan dan penindakan wewenang pusat.

“Memang jika areal itu berada di konsesi PT arutmin indonesia dan perusahaan terdekat yang operasional PT MJAB dengan jarak sekitar 200 meter dari titik jalan amblas,” terangnya.

Dikatakannya, jika nantinya ada bukti perusahaan melakukan kerusakan dan menyalahi prosedur, akan dicabut izin lingkungannya.

Sementara dua perusahaan yang turut terseret dalam polemik ini membantah jika penyebab kerusakan akibat ulah mereka. Alasannya lokasi itu yang paling dekat bekas galian tambang PT Aotum dan PT ABC yang sudah ditinggalkan. Namun kemudian dikerjakan orang lain.

Pantauan di lapangan, Jumat (30/9/2022) jalan ambrol di KM 171 Desa Satui Barat dengan kedalaman 20 meter dan panjang 50 meter sangat memprihatinkan dan berbahaya bagi pengendara.

Badan jalan sempat diperbaiki dengan urug agar bisa dilintasi kendaraan ringan. Sedangkan angkutan berat diharuskan melewati jalur alternatif yang berjarak lebih jauh.

Masyarakat berharap polemik ini segera diselesaikan agar tak ada lagi rasa ketakutan melintas di lokasi tersebut. [alh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *