Mengabarkan tanpa Mengaburkan

Menyusut, Luas Kebun Kelapa Tergerus Perkebunan Sawit

Tanah Bumbu – Alasan ekonomis, lerkebunan kelapa dalam peninggalan era Orde Baru yang membentang di Kusan Hilir dan Kusan Tengah kini berada di titik krusial. 

Keberadaan sentra kelapa tertua di Tanah Bumbu yang sudah ada sejak masih bergabung dengan Kabupaten Kotabaru ini terus tergerus oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dan kawasan pemukiman.

Data DKPP Tanah Bumbu mencatat luasan lahan kelapa daerah menyusut dari 1.598 hektar pada 2024 menjadi tersisa 1.331 hektar pada 2026. 

Selain tergiur nilai ekonomis sawit, turunnya produktivitas petani—yang saat ini hanya berkisar 700–800 kilogram kopra per hektar dibanding target nasional 1,1 ton—disebabkan oleh usia pohon kelapa yang rata-rata sudah menua di atas 30 tahun.

Guna menyelamatkan komoditas sejarah ini dari kepunahan, pemerintah daerah menggenjot program peremajaan (replanting) menggunakan bibit varietas unggul berbatang pendek yang lebih cepat berbuah dan mudah dipanen.

“Memang luasan lahan kelapa kita di Tanah Bumbu mengalami penyusutan. Di sini kita upayakan memberikan bibit unggul, karena kelapa kita ini peninggalan orang dulu dan sekarang sudah tinggi-tinggi. Sementara untuk yang pendek-pendek itu tanaman baru,” ujar Agus Dwi Wahyono.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga : "]

Upaya peremajaan ini mendapat suntikan alokasi APBN seluas 500 hektar yang mencakup bantuan bibit, pupuk, dan pengolahan lahan.

 Untuk menutupi besarnya biaya pembersihan lahan awal yang belum terover anggaran pusat, Pemkab Tanah Bumbu kini menggalang kolaborasi pembiayaan bersama perusahaan swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). [fik]

Advertisements

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *