Jalan Lasung – Satiung Putus Diterjang Banjir, Jembatan Darurat Menjadi Alternatif

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Jalan Kabupaten Tanah Bumbu yang menghubungkan Desa Lasung, Kecamatan Kusan Hulu dan Desa Satiung, Kecamatan Kusan Tengah putus sepanjang 500 meter akibat diterjang banjir, sejak 20 hari terakhir.

Dampaknya, warga Desa Satiung terisolir, karena jalan ini akses satu-satunya menuju ibukota kabupaten.

Bacaan Lainnya

Terpantau, Minggu (5/9/2021), nyaris jalan sepanjang 500 meter diperbatasan Desa Lasung dan Satiung ini terkelupas tergerus air. Setidaknya ada 3 jembatan darurat dibuat warga agar bisa dilintasi berjalan kaki.

Kondisi ini membuat warga mengeluh, dan berharap pemerintah kabupaten segera melakukan langkah konkrit untuk mengatasinya.

“Kami kesulitan beraktivitas, pasalnya air yang menerjang jalan deras sehingga membahayakan,” ungkap Samsuddin, Minggu (5/9/2021).

Ia mengaku banjir tidak hanya merusak fasilitas umum, tapi juga merendam rumah-rumah warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Kusan. Airnya menenggelamkan sebagian bangunan hingga 1 meter lebih.

“Banjir ini yang ketiga kalinya dalam tahun ini. Sebelumnya 3 bulan lalu juga begini, tapi ini yang terparah,” jelasnya.

Samsuddin mengaku untuk berjalan kaki saja sulit melintasi jalan yang diterjang derasnya hantaman air sungai akibat luapan Sungai Kusan, meskipun warga gotong royong membuat jembatan darurat.

Senada, Gusti Khairansyah, warga Desa Lasung mengaku tak hanya membanjiri jalan dan permukiman masyarakat. Banjir ini juga menggenangi lahan usaha mereka, seperti persawahan, perkebunan karet dan kelapa sawit.

“Warga tak bisa bekerja karena lahan semua terendam. Terpaksa kami berdiam diri, menunggu banjir surut,” keluhnya.

Meski demikian, sambungnya, belum ada niat untuk mengungsi. Sebagian terpaksa membuat dipan tinggi untuk bertahan didalam rumah. Terkait bantuan, mereka sudah mendapatkan dari sumbangan pemerintah daerah setempat.

“Ada kemarin kita dapat bantuan sembako. Ada beras, mie instan dan air mineral,” tandasnya.

Warga mengaku sudah melaporkan permasalahan ini kepada pihak-pihak terkait. Mereka berharap pemerintah kabupaten segera melakukan langkah konkrit untuk mengatasinya, sehingga tidak berlarut-larut.

Dari pantauan dilapangan, di Kabupaten Tanah Bumbu yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Kusan ini ada 5 desa di Kecamatan Kusan Hulu. Yakni Bakarangan, Lasung, Sungai Rukam, Anjir Baru dan Manuntung.

Kemudian di Kecamatan Kusan Tengah juga 5 desa. Diantaranya Salimuran, Satiung, Sardangan, Pulau Tanjung dan Karya Bakti.

Pemkab Tanah Bumbu sudah melakukan pengecekan ke lapangan dengan mengutus Sekdakab Ambo Sakka, Plt Kepala Dinas PUPR Subhansyah, Kepala BPBD Eryanto Rais dan Kadis Kominfo Ardiansyah, Minggu (5/9/2021).

“Pemkab akan menangani banjir ini dengan tuntas dan simultan,” tegas Ambo Sakka. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *