Fasilitasi Kemandirian, Puluhan Difabel Dilatih Bikin Kue Kering

Puluhan difabel diajarkan cara pembuatan kue kering. Kegiatan ini guna melatih kemandirian penyandang disabilitas ini.

Banjarmasin, lenterabanua.com – Puluhan difabel dilatih membuat kue kering, di LKP Bee World di Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara, Minggu, (20/3/2022).

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu guna memfasilitasi kemandirian para difabel, mengingat penyandang disabilitas sensorik tidak mudah. Perjuangan mereka agar bisa mandiri butuh kerja keras.

Nama program pelatihan ini adalah mobility project yang disponsori YSEALI. Program ini diinisiasi Kesuma Anugerah Yanti jebolan YSEALI Smart Cities 2021 asal Banjarmasin.

“Mobility project ini untuk memberdayakan kaum difabel, mengasah kemampuan, dan meningkatkan skill untuk mendukung mereka dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Teknisnya, mobility project berkolaborasi dengan staf muda Wali Kota Banjarmasin, Pemuda Bakti Banua, HIMA Pendidikan Khusus ULM Banjarmasin, STIE Indonesia serta volunter dari Banjarmasin.

Dijelaskannya, keterlibatan anak muda ini, untuk meningkatkan kapasitas serta memberikan kepekaan rasa empati mereka terhadap kaum disabilitas sekaligus untuk mendukung Banjarmasin menuju kota yang inklusif.

Mereka diajarkan menganalisa kebutuhan perencanaan sustanabilitas, hingga mendesain perencanaan ke depan berdasarkan studi kasus nyata. “Semoga menjadi pilot project dan bisa direplikasi pihak yang kiranya nanti bisa memberikan hibah yang lebih besar lagi,” harapnya.

Sementara Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalsel, Selamet menuturkan meski memiliki keterbatasan fisik, itu tidak lantas membuat difabel patah semangat.

Harus tetap optimistis, usaha yang ditekuni suatu saat pasti akan berbuah manis. Apalagi kawan-kawan difabel diberi pelatihan oleh instruktur handal dari Banjarmasin. “Pelatihan ini bisa membekali kaum difabel untuk membuka usaha,” tuturnya.

Ilmu yang sudah didapat, nantinya bisa diajarkan kembali untuk kawan-kawan difabel lainnya. “Kawan-kawan yang sudah ikut pelatihan nanti bisa mengajarkan kepada yang lain di organisasi difabel,” cetus Selamet. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *