Banjarmasin – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Wilayah Kalimantan Selatan terus menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda melaksanakan program Jaksa IKA (JAKI) Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin.
Kegiatan tersebut diisi dengan penyuluhan mengenai hukum, perundungan atau bullying, kesehatan mental, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta kekerasan seksual pada anak.
Kegiatan diawali dengan senam jantung sehat yang diikuti seluruh siswa dan siswi SMAN 7 Banjarmasin. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Launching Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR) SMAN 7 Banjarmasin.
SMAN 7 Banjarmasin menjadi salah satu pionir dalam pengembangan Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR), sebagai bagian dari upaya mendorong pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini.
Ketua IKA UNAIR Wilayah Kalimantan Selatan, Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengatakan kegiatan JAKI Masuk Sekolah merupakan salah satu agenda rutin IKA UNAIR Kalsel sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian alumni terhadap generasi muda.
“Alhamdulillah hari ini kami dari IKA UNAIR Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Kejaksaan untuk masuk ke sekolah- sekolah. Kali ini kami hadir di SMAN 7 Banjarmasin untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai berbagai persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti perundungan atau bullying dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Ellyana di Banjarmasin, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, edukasi kepada pelajar sangat penting karena anak-anak dan remaja menghadapi berbagai tantangan, baik dari lingkungan pertemanan, sekolah, media sosial, maupun dari dalam diri mereka sendiri.
Ellyana juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental para pelajar. Menurutnya, siswa yang menghadapi persoalan psikologis, seperti tekanan, kecemasan, maupun kondisi yang mengarah pada depresi, perlu mendapatkan dukungan dan pendampingan yang tepat.
“Berbicara kepada orang tua, guru, sahabat yang dipercaya, maupun tenaga profesional merupakan langkah yang tepat dan bijaksana ketika membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, pada kegiatan hari ini kami juga menghadirkan psikolog untuk memberikan pemahaman mengenai kesehatan mental kepada para siswa,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat baik. Hal itu terlihat dari respons dan interaksi siswa selama penyampaian materi.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan dan memberikan respons terhadap materi yang disampaikan oleh teman-teman kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi para siswa,” ungkapnya.
Selain bullying dan kesehatan mental, Ellyana mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba dan tidak pernah mencoba hanya karena rasa penasaran, ajakan teman, tekanan lingkungan, ataupun keinginan untuk diterima dalam suatu pergaulan.
“Jangan pernah mencoba narkoba hanya karena penasaran atau ajakan teman. Satu keputusan yang keliru dapat membawa dampak panjang terhadap kesehatan, pendidikan, keluarga, bahkan masa depan. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga anak-anak kita,” tegasnya.
Ellyana menambahkan, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua, pemerintah, aparat penegak hukum, alumni hingga para siswa itu sendiri.
“Melalui kegiatan ini, IKA UNAIR Kalimantan Selatan ingin mengajak semua pihak bergerak bersama. Kita semua memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda,” pungkasnya. [scw|mc]















Leave a Reply