Banjarbaru – Upaya memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat aman dan berkualitas terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Salah satunya melalui peningkatan standar dan kapasitas Laboratorium Pengujian Mutu Perikanan pada UPTD Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kalsel.
Penguatan tersebut dilakukan melalui proses reakreditasi Laboratorium Pengujian Mutu Perikanan berdasarkan SNI ISO/IEC 17025, yang dilaksanakan pada 11–12 Agustus 2026 dengan asesmen oleh tim asesor yang ditugaskan Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan keberadaan laboratorium yang memenuhi standar menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan mutu hasil perikanan.
Sebab, setiap kebijakan maupun pengawasan terhadap produk perikanan membutuhkan dukungan data hasil pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Reakreditasi ini penting untuk memastikan laboratorium kita tetap memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga hasil pengujian dapat dipercaya dan menjadi dasar dalam mendukung pengawasan serta penjaminan mutu produk perikanan,” ujar Rusdi di Banjarbaru, Senin (31/8/2026)
Menurutnya, penguatan laboratorium bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan standar teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen produk perikanan.
Dengan sistem pengujian yang memenuhi standar, kualitas dan keamanan produk perikanan dapat dipantau secara lebih objektif.
Hal tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha bahwa produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sesuai arahan Gubernur H. Muhidin untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik, khususnya dalam menjamin produk perikanan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam proses reakreditasi, tim asesor KAN melakukan evaluasi terhadap berbagai komponen laboratorium, mulai dari sistem manajemen mutu, kompetensi personel, metode pengujian, kondisi dan kelayakan peralatan, ketertelusuran pengukuran hingga penerapan prosedur kerja.
Kepala UPTD BPMHP, Yudita Nurdiana, turut mendampingi dan mengikuti seluruh rangkaian asesmen. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk komitmen BPMHP untuk memastikan seluruh penerapan standar laboratorium berjalan sesuai ketentuan.
Selain menjadi bagian dari proses penilaian, asesmen juga menjadi momentum bagi BPMHP untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Berbagai masukan dari tim asesor menjadi bahan untuk memperkuat sistem kerja dan meningkatkan kompetensi laboratorium.
Rusdi menegaskan, peningkatan kualitas laboratorium pada akhirnya diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas, terutama dalam mendukung pengawasan produk perikanan di Kalimantan Selatan.
“Laboratorium yang andal akan memperkuat sistem pengawasan kita. Data yang dihasilkan harus akurat, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga mutu hasil perikanan,” jelasnya.
Dislautkan Kalsel juga menyampaikan apresiasi kepada tim asesor KAN yang telah melaksanakan asesmen secara profesional dan objektif serta memberikan berbagai masukan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Perikanan.
Melalui penguatan standar laboratorium secara berkelanjutan, Pemprov Kalsel berharap pengawasan mutu hasil perikanan semakin optimal dan kepercayaan masyarakat terhadap produk perikanan yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga. [scw|mc]














Leave a Reply