Diduga Depresi, Ibu Muda di Pagatan Gantung Diri Hingga Tewas

  • Korban bunuh diri saat dibawa dan diperiksa petugas medis Puskesmas Pagatan sudah tak bernyawa.

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Penemuan mayat seorang perempuan dalam keadaan gantung diri di kamar rumahnya, membuat warga Perumahan Cipta Blok A nomor 37 RT 04 Desa Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu geger.

Jasad wanita itu ditemukan Senin (25/10/2021) pagi, sekitar pukul 06.00 Wita. Korban diemukan pertama kali oleh keluarganya. Kemudian dilaporkan warga setempat ke Polsek Kusan Hilir.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi, inisial korban, KW (24), warga Desa Wirittasi Kecamatan Kusan Hilir.

Menurut Kasi Humas Polres Tanbu AKP H I Made Rasa didampingi Kapolsek Kusan Hilir Ipda Rachmat, saat evakuasi dilakukan bersama petugas dan pihak keluarga.

Disebutkan dari keterangan ibu korban, Salasiah, korban pernah dirawat di RS Sambang Lihum 4 tahun lalu selama 4 bulan. Kemudian 23 Juni 2021, korban pernah dibawa ke Psikiater RS Sari Mulya untuk memeriksa kepala korban dengan hasil Normal Brain Scan.

Dijelaskan, depresi korban bertambah karena ditinggal suami, dan punya anak umur 10 bulan. Sebelumnya juga saat korban dalam kondisi hamil, pernah pergi meninggalkan rumah untuk mencari bapak dari anak yang dikandungnya.

“Apabila obat yang diberikan dokter habis, maka korban akan mengamuk dan perilaku tersebut juga diketahui oleh tetangga dekat korban,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, korban pernah berbisik kepada ibunya jika ia selalu mendapat bisikan. Satu bisikan menyuruh untuk bunuh diri, sedangkan bisikan lainnya menyuruh untuk tidak bunuh diri.

“Si korban pernah menyampaikan ke ibunya bahwa dia ingin mati karena depresi tersebut. Dari perilaku itu membuat ibu, ayah serta saudaranya waspada, dan mengawasi korban dari benda-benda seperti tali dan benda berbahaya lainnya,” jelasnya.

Namun, naas. Ibunya justru menemukan anaknya sudah tergantung. Itu diketahuinya usai Salat Subuh atau sekitar pukul 05.20 Wita.

“Yang mengetahui pertama kali adalah ibu kandung korban, saat itu pintu kamar tertutup rapat dan terkunci dari dalam sehingga ibu korban mengintip pada lubang yang ada di pintu kamar itu. Alangkah terkejutnya, saat mengintip anaknya sudah dalam keadaan tergantung sehingga ia histeris,” terangnya lagi.

Sementara itu, keterangan medis di Puskesmas Pagatan, korban sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh sudah kaku serta suhu tubuh sudah tidak hangat lagi serta tidak ada tanda-tanda kekerasan.

“Setelah semua keterangan saksi, keterangan medis diperoleh di TKP selanjutnya berkoordinasi dengan keluarga korban dengan hasil keluarga korban sudah menerima keadaan korban dan bersedia membuat surat keterangan tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya.

Polisi menemukan barang bukti di TKP berupa seutas tali tambang kecil berwarna biru, satu gulung tali berukuran kecil, dan satu bangku yang di gunakan untuk pijakan korban. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *