Banjarbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor menggelar Sekolah Lapang Cuaca Penerbangan dan Cuaca Publik di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 September 2026, ini diikuti 50 peserta dari stakeholder penerbangan dan instansi terkait, baik internal maupun eksternal BMKG.
Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen BMKG untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi meteorologi penerbangan dan publik.
“Sekolah lapang ini menjadi wadah pembelajaran, diskusi, dan pertukaran informasi antara penyedia informasi cuaca dengan para pengguna informasi,” ujar Ota.
Menurutnya, pemahaman terhadap informasi meteorologi sangat penting karena kondisi dan fenomena cuaca tertentu dapat memengaruhi keselamatan, keamanan, efisiensi, serta kelancaran operasional penerbangan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami produk dan layanan informasi meteorologi, mengenali fenomena cuaca yang berpotensi memengaruhi penerbangan, serta memanfaatkan informasi cuaca dalam mendukung pengambilan keputusan.
Materi yang diberikan meliputi informasi meteorologi penerbangan dan cuaca publik, interpretasi informasi cuaca, fenomena cuaca signifikan, pemanfaatan hasil observasi cuaca, hingga kebutuhan informasi meteorologi bagi stakeholder penerbangan dan masyarakat.
Selain dari BMKG, peserta juga mendapatkan materi dari Angkasa Pura dan AirNav Indonesia yang berkaitan dengan operasional penerbangan dan kebencanaan. Metode pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan praktik lapangan.
Ota berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan stakeholder dalam membaca dan menerjemahkan informasi meteorologi ke dalam bahasa yang mudah dipahami, sehingga dapat digunakan secara tepat dalam pelaksanaan tugas.
“Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara BMKG dengan seluruh stakeholder penerbangan dan instansi terkait, sehingga informasi cuaca dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” katanya. [fuz|mc]













Leave a Reply