Banjarbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel terus memperkuat pemantauan dan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan penyakit berbasis lingkungan dan musim.
Berdasarkan data sementara gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit pada Minggu Epidemiologi (ME) ke-34, tercatat sebanyak 3.990 kasus ISPA di Kalimantan Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.506 kasus berasal dari Puskesmas dan 484 kasus dilaporkan oleh Rumah Sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan data tersebut merupakan laporan mingguan yang terus dihimpun dan dipantau untuk melihat perkembangan kasus ISPA di setiap wilayah.
“Data ini merupakan data mingguan sementara yang berasal dari gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena sifatnya mingguan, data terus kami pantau dan evaluasi untuk melihat perkembangan kasus ISPA di Kalimantan Selatan,” ujar Diauddin di Banjarbaru, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan sebaran kabupaten/kota, kasus sementara tertinggi tercatat di Banjarmasin sebanyak 988 kasus, disusul Banjarbaru 670 kasus, Hulu Sungai Tengah 405 kasus, Banjar 391 kasus, dan Barito Kuala 287 kasus.
Selanjutnya, kasus tercatat di Hulu Sungai Selatan 244 kasus, Tanah Laut 218 kasus, Kotabaru 210 kasus, Tabalong 181 kasus, Tanah Bumbu 135 kasus, Tapin 102 kasus, Balangan 81 kasus, serta Hulu Sungai Utara 78 kasus.
Diauddin menegaskan, tingginya laporan kasus di suatu wilayah tidak serta-merta menunjukkan kondisi yang sama pada wilayah lainnya.
Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara berkala dengan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan masyarakat yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan yang sesuai. Kami juga terus melakukan pemantauan melalui fasilitas kesehatan agar apabila ditemukan peningkatan kasus, dapat segera dilakukan respons,” jelasnya. [scw|mc]














Leave a Reply