Banjarmasin – Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan seiring munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, mengatakan peningkatan kasus terjadi jika dibandingkan kondisi sebelum kabut asap. Namun, dalam sepekan terakhir tren kasus ISPA mulai menunjukkan penurunan.
“Dibandingkan waktu belum ada kabut asap memang ada peningkatan. Cuma dari minggu kemarin saat ini ada sedikit penurunan,” ujar Diauddin, Kamis (27/8/2026).
Ia berharap kondisi tersebut terus membaik seiring menurunnya kepekatan kabut asap di sejumlah wilayah Kalsel.
Berdasarkan data Dinkes Kalsel, hingga saat ini tercatat sekitar 46.000 kasus ISPA, dengan rata-rata mencapai sekitar 7.600 kasus per minggu.
Meski demikian, peningkatan kasus tersebut belum memberikan tekanan signifikan terhadap pelayanan rumah sakit. Sebagian besar kasus ISPA masih dapat ditangani di tingkat puskesmas dan tidak sampai membutuhkan rujukan ke rumah sakit.
Dinkes Kalsel terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas, termasuk memastikan ketersediaan oksigen, masker, serta tenaga medis.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, terutama di sekolah-sekolah dan pondok pesantren. Petugas kesehatan sekaligus memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak serta membagikan masker.
“Kita juga membuat edaran untuk dinas kesehatan di kabupaten dan kota untuk melakukan hal yang sama, melakukan edukasi dan berbagi masker,” jelasnya.
Dinkes mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi kabut asap sedang pekat. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat.
Diauddin juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup sebagai langkah awal menjaga kondisi tubuh dari dampak paparan kabut asap.
“Yang paling penting jangan dulu terpapar langsung kabut asap yang pekat, apalagi di luar ruangan. Kalau berlanjut, bawa ke puskesmas,” pungkasnya. [scw|mc]













Leave a Reply