Sempat Kabur, Rusman Tak Terperangkap Dalam Terowongan Tambang

  • Bagikan

Batulicin, lenterabanua.com – Kecelakaan kerja yang terjadi di terowongan tambang batubara manual di desa Mentawakan Mulia, kecamatan Mentewe, kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (24/1/2021) sore kemarin masih menyisakan kesedihan bagi Rusman (45), warga desa setempat. Pasalnya, 10 rekan kerjanya masih terperangkap dalam lorong terowongan.

Ia bersama rekan kerjanya yang selamat dalam musibah itu, dibantu tim evakuasi terus berupaya mencari jalan keluar untuk menyelamatkan para korban yang terjebak. Rusman selalu setia mendampingi para penyelamat, hingga Senin (25/1/2021) malam.

Ia bercerita, peristiwa bermula usai salat Dzuhur, saat mereka melakukan rutinitas seperti biasa sebagai pekerja tambang manual. Dirinya bertugas sebagai pengisi dan pengangkut batubara dalam karung. Saat hari naas itu, dirinya bersama beberapa rekannya bermaksud masuk ke dalam terowongan.

“Namun tiba-tiba, ketika baru sampai di mulut terowongan, 5 rekan saya yang beraktivitas dari dalam berhamburan keluar. Saya kaget dan turut kabur karena mereka teriak ada banjir,” ucapnya mengenang peristiwa itu.

Menurutnya, terjadi longsor sehingga menutup mulut terowongan, akses keluar masuk para pekerja tambang. Tanpa pikir panjang dirinya pun menjauh dari lokasi itu.

“Saya trauma ketika mengingat peristiwa itu. Kami semua pekerja berdoa semoga rekan-rekan kami yang terperangkap bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.

Saat peristiwa itu, terdapat 22 pekerja yang beraktivitas di dalam lorong terowongan. 5 berhasil menyelamatkan diri saat detik-detik longsoran menutup mulut terowongan. Sementara 7 pekerja lainnya di evakuasi dengan selamat oleh petugas gabungan TNI Polri dan masyarakat sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.

Dari 22 pekerja di dalam terowongan, 5 orang diantaranya berasal dari kabupaten Tanah Laut, 3 dari Hulu Sungai Utara, sedangkan sisanya bermukim di kabupaten Tanah Bumbu.

Saat ini tim gabungan dari TNI/ Polri, Basarnas, BPBD, Relawan Jhonline Rescue dan masyarakat terus bekerja untuk melakukan penyelamatan terhadap 10 pekerja tambang manual yang masih terjebak di dalam terowongan.

Untuk menunjang proses evakuasi, diterjunkan berbagai peralatan, seperti 2 unit alat penyedot air CBA (kapasitas besar) dari PT. Jhonlin Grup,4 alat penyedot (kapasitas kecil), perahu LCR, tenda posko, alat tandu Basarnas, 3 unit exsavator, serta logistik.

Penulis Alhakim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *