Pelaku Bisnis Bodong Dibekuk, Pasutri Diamankan Polres Tanah Bumbu

  • Dua pasangan suami istri diamankan karena dilaporkan diduga melakukan penipuan dengan modus tanam modal bodong.

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Empat tersangka dugaan investasi bodong dengan modus tanam modal kemudian kabur diringkus Unit Resmob Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan bersama Unit Resmob Polres Paser, Kalimantan Timur.

Tersangka yang ditangkap polisi terdiri dari 2 laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka ditangkap usai dilaporkan para korbannya. Laporan kemudian ditindak lanjuti jajaran Polres Tanah Bumbu.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, keempat pelaku itu diringkus, Sabtu (6/11/2021) pukul 22.00 Wita di Desa Kerayaan Sentosa Gunung Kijang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Para tersangka, yakni adalah Noorman Efendi (24) dan Maria Sari, warga Jalan Batu Benawa Gang Garuda Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.

Selanjutnya Muhammd Fahri (28) dan Normiati (28) warga Jalan Pesantren Rt 9 Rw 3 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kini keempat pelaku sudah di Mapolres Tanah Bumbu untuk diproses lebih lanjut, dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih SIK, melalui Kasi Humas AKP H I Made Rasa didampingi Kasat Reskrim Iptu Wahyudi, Minggu (7/11/2021), membenarkan penangkapan pelaku penipuan dengan modus investasi.

“Peristiwa penipuan ini terjadi sejak Januari tahun 2021 di Site BIB real Fi Gini Mulya Desa Girimulya,  Kecamatan Kuranji, Kabupaten Tanah Bumbu,” kata Made.

Awalnya, jelasnya, korban Herman ditawari untuk menanam modal oleh tersangka Norman. Setelahnya keduanya dialog terkait bisnis itu.
Tersangka menawarkan jika menanam uang sebesar Rp 1.000.000 nanti setelah 15 hari akan dikembalikan uang sebesar Rp 1.300.000.

“Kemudian, 10 Oktober 2021 korban mengirim uang kepada pelaku, Maria Sari selaku istri Norman Efendi dengan nomor rekening 0310014315199 Bank Mandiri sebesar Rp 70.000.000,” lanjutnya.

Lantas pelaku Noorman menjanjikan bahwa uang tersebut akan dikembalikan 5 November 2021 sebesar Rp 91.000.000.

Pada 2 November 2021 korban mengirim kembali ke Maria lagi dengan Norek 0310014315199 Bank Mandiri sebesar Rp 5.000.000.

“Pelaku Noorman menjanjikan uang tersebut akan dikembalikan pada 19 November 2021,” terangnya.

Namun belakangan, korban mendapatkan informasi dari temannya, Tamrin jika pelaku Noorman sudah tak ada lagi di rumahnya. Selain itu sudah tidak bisa dihubungi.

Mendengar kabar tersebut, korban mencoba menghubungi nomor telepon seluler pelaku.  Ternyata benar tidak bisa dihubungi lagi.

“Akibatnya, korban ini mengalami kerugian Rp 75.000.000 hingga akhirnya melapor ke Polres Tanah Bumbu. Setelah ditindak lanjuti, anggota Polres akhirnya bisa menangkap komplotan penipuan tersebut di Kabupaten Paser,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku, di antaranya mobil Toyota Rush warna hitam, laptop merk ASUS, 2 unit HP Iphone 12 Promax, dan uang senilai Rp.70.000.000.

Selain itu, ada 1  HP merk Realme 7 Pro, HP Samsung A50, Realme C21y, 3 kalung emas, 4 gelang tangan anak-anak, 1 gelang orang dewasa, 3 cincin anak-anak, 1 kalung, sepasang anting emas putih, 1 cincin emas putih.

Bahkan, ada 8 kartu ATM BRI, 2 Kartu ATM Mandiri, 1 ATM BCA, dan 3 buku tabungan Bank BRI.

Sementara dari tangan pelaku M Fahri, disita  Toyota Fortuner putih, laptop merk Asus  warna cream, Ipad pro, HP Iphone 13 Pro Max, Iphone 12 pro max, Vivo V11 warna pink, 5 Kartu ATM BRI, 5 Buku rekening Bank BRI dan 1 sertifikat tanah atas nama Hamsah.

“Semua barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *