Nekat, IRT di Mantewe Ingin Bunuh Diri

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Diduga depresi, seorang perempuan mencoba untuk bunuh diri dengan lompat ke sungai. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan warga yang melihat aksi nekadnya tersebut.

Peristiwa terjadi Senin (29/11/2021) sore sekitar pukul 17.00 Wita di Jembatan Selaselilau Desa Sukadamai dan Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe Tanbu.

Bacaan Lainnya

Menurut saksi mata, perempuan ini sudah duduk dipagar jembatan dan akan melompat. Warga yang melintas, spontan berteriak dan berupaya menolong korban hingga akhirnya bisa digagalkan.

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Himawan Sutanto Saragih SIK melalui Kasi Humas AKP H I Made Rasa, Selasa (30/11/2021) membenarkan kasus percobaan bunuh diri tersebut, namun bisa digagalkan.

Hasil penelusuran, sosok perempuan itu diketahui bernama Bainah (45) warga Desa Mantewe, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Perempuan ini gagal bunuh diri setelah ada warga dan polisi menghalanginya untuk melompat hingga akhirnya pingsan,” katanya.

Diterangkannya, polisi mendapat informasi dari Kades Sukadamai, Surlan melalui handphone jika ditemukan seorang perempuan yang akan melakukan percobaan bunuh diri.

Dijelaskan, korban berniat menceburkan diri ke sungai dari atas jembatan. Ia sudah duduk diatas pagar jembatan dan akan menceburkan diri ke sungai Selaselilau yang menghubungkan Desa Sukadamai – Desa Bulurejo, Kecamatan Mantewe.

Beruntung ada warga, Tri Rastini melintas di lokasi. Ia berhenti dan minta tolong kepada warga sekitar. Saat kejadian saksi Fitry juga kebetulan melintas di TKP mendengar permintaan tolong dari Tri Rastini.

Kemudian mereka mencoba menenangkan dan menghentikan perbuatan perempuan nekad tersebut. Kejadian itu sontak mengundang perhatian dan banyak warga yang datang membantu menenangkannya.

Setelah ditenangkan dan diturunkan dari pagar pembatas jembatan, perempuan tersebut tidak sadarkan diri. Ia pingsan hingga anggota Polsek Mantewe membawanya ke Puskesmas Mantewe untuk pemeriksaan kesehatan.

Setelah sadar kemudian diserahkan kepada keluarganya.

Menurut AKP H I Made Rasa, berdasarkan keterangan suaminya, Indra, mengakui memang sebelumnya sudah sering terjadi cekcok dengan istrinya. Sekitar 1 minggu suami dan Bainah memang tidak satu rumah.

“Berdasarkan keterangan dari suaminya, memang sering perempuan itu sempat ingin melakukan percobaan bunuh diri dirumahnya dengan cara gantung diri. Apabila sering terjadi permasalahan atau sedang cekcok dengan suami mudah tersinggung dan suka melakukan hal yang tidak di inginkan,” ucapnya.

Namun dari keterangan itu, Bainah diperiksa lebih lanjut dan diberikan pemahaman terkait aksi yang dilakukannya itu dan mengembalikan ke pihak keluarganya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *