LPB PAMA Ruhui Mulia Fasilitasi Pelatihan Bagi UMKM Binaan

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Guna memberikan pengetahuan Model Bisnis, Proses Bisnis dan Perencanaan Bisnis bagi karena para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaannya, LPB PAMA Ruhui Mulia menggelar pelatihan selama 3 (Tiga) hari.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor SCC (Satui Community Center) Arutmin Tambang Satui, kabupaten Tanah Bumbu, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini diadakan untuk mengetahui pentingnya ketiga aspek ini sebagai fundamental menjalankan sebuah bisnis. Pelaku UMKM perlu memahami bahwa bisnis yang dijalankan memiliki hubungan antar beberapa komponen dan saling berkaitan yang digambarkan dengan pendekatan Bisnis Model Canvas (BMC).

Begitu pula membuat proses bisnis sangat penting agar menjadi acuan dalam menjalankan kegiatan usaha sejak persiapan kegiatan produksi sampai dengan pasca produksi dan pemasaran.

Pelaku usaha juga harus membuat perencanaan bisnis yang didasarkan pada pencapaian tahun sebelumnya untuk menetapkan target tahun berikutnya. Target ini menjadi dasar untuk meningkatkan pemasaran, meningkatkan produksi, mengelola keuangan, meningkatkan jumlah dan kualitas SDM, serta legalitas usaha.

Sebanyak 20 UMKM binaan LPB PAMA Ruhui Mulia turut ambil bagian dalam pelatihan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pelatihan secara resmi dibuka Camat Satui M.Taufik, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. Yakni dari Manajemen PT Pamapersada Nusantara Distrik Aria Mike Harlus Stansyah, dan Indera Gunawan, Koordinator SCC PT Arutmin Indonesia Tambang Satui serta Muhammad Iqbal dari PT Triputra Iga Konsultama.

Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan pelaku UMKM lebih mengerti bagaimana memulai bisnis, melakukan proses bisnis dan membuat perencanaan bisnis dengan mempraktikkan materi yang diperoleh dalam pelatihan.

Pelatihan ini sangat membantu pelaku UMKM yang awalnya dalam membuat perencanaan sebatas angan-angan dan tidak ditulis/dicatat sekarang bisa menjadi langkah awal membuat rencana bisnis yang disusun dengan baik dan ditulis.

Kegiatan dibagi dalam 3 sesi, dihari berbeda. Yakni hari pertama untuk model bisnis, di isi dengan penjelasan terkait model bisnis dan kegiatan UMKM. Kemudian praktik membuat BMC dimana konsep ini berisi 9 kotak tentang komponen-komponen bisnis.

Kemudian hari kedua tentang proses bisnis, dijelaskan terkait proses bisnis dan kegiatan UMKM. Seperti sebelumnya, peserta juga diajarkan praktik membuat proses bisnis mulai dari persiapan kegiatan produksi, pasca produksi, hingga pemasaran.

Sementara hari terakhir, seputar perencanaan bisnis. Narasumber menjeaskan tentang cara menyusun perencanaan bisnis mulai dari hasil yang sudah dicapai dalam satu tahun terakhir dan target yang ingin dicapai pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2022.

Selama pelatihan, peserta sangat terkesan. Mereka mengaku pelatihan ini sangat membantu pengusaha pemula, yang awalnya belum tahu apa itu bisnis sekarang sudah tahu dengan belajar Model Bisnis, Proses Bisnis dan Perencanaan Bisnis. Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *