Inventarisir Aset Daerah, BPKAD Pilih Cara Persuasif

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Tanah Bumbu segera menertibkan seluruh aset daerah. Penertiban akan dilakukan instansi terkait setempat dan ditargetkan selama tiga bulan kedepan.

“Ini adalah poin pertama yang harus kita tertibkan, kemudian kita inventaris. Jadi semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu harus kita minta betul-betul dalam pengadministrasian mengenai aset,” kata Pelaksana Tugas (Plt) BPKAD Tanbu, H Syamsuddin, belum lamaama tadi.

Ia menjelaskan, aset-aset dimaksud ialah yang ada diluar. Seperti, ada laporan di pinjamkan dan lain sebagainya. Aset ini meliputi semua baik yang bergerak maupun tidak bergerak.

“Semuanya akan ditertibkan. Termasuk tanah, kemudian kendaraan, dan untuk peminjaman segala alat berat, dan lain sebagainya itu kontraknya juga kita benahi. Memang kami deadline Insya Allah kami minta waktu tiga bulan,” ungkapnya.

Menurutnya, semua aset sesuai dengan yang ada, akan tertibkan administrasinya. Lalu terkait bendanya yang harus dilihat secara konkrit, yakni layak atau tidak.

“Kalau masih layak diperbaiki. Tapi kalau memang itu diperbaiki tapi rusak lagi dan perlu maintenancenya yang lebih resikonya mengeluarkan dana pemerintah sangat besar, mending kita lelang saja,” jelasnya.

Dikatakannya, langkah kebijakan itu akan dilakukan setelah dirinya dilantik sebagai pejabat definitif BPKAD Tanbu.

Disinggung mengenai, catatan aset secara keseluruhan ia mengungkapkan, belum mengetahuinya secara persis. Namun, data-datanya sudah ada.

“Jumlahnya saya tidak hafal,” ucapnya lugas.

Sementara waktu, lanjutnya, BPKAD tidak akan meminjamkan dulu aset tersebut. Pasalnya, ada pembenahan mengenai aset.

“Aset ini ketika keluar dipinjam oleh siapapun, itu harus dengan tertib administrasi. Karena tertib administrasi itu adalah untuk rasa tanggung jawab, ketika terjadi sesuatu maka dia yang akan bertanggung jawab,” bebernya.

Sedangkan untuk penertiban dilakukan dengan cara penarikan, dinilainya kurang elok, dan pihaknya tetap mengutamakan cara persuasif.

“Janganlah secara paksa. Karena juga manusia kita juga harus santun, sopan karena sesuai dengan moto kita bersujud. Tetap dengan koridor kemanusiaan, kalau sudah kita tiga kali sudah diberi surat dan lain sebagainya, kita akan lakukan terus secara persuasif,” tandasnya.

Penulis Mustika Dwi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *