Drainase Sering Mampet, Desa Barokah Sering Kebanjiran

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Warga desa Barokah kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, mengeluhkan kurang berfungsinya drainase yang ada di desa mereka. Akibatnya, ketika intensitas hujan tinggi, desa Barokah kerap kebanjiran.

Keluhan itu disampaikan masyarakat setempat, saat bertatap muka dengan anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, yang menggelar reses di desa Barokah, Rabu (3/2/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kepala desa, Hendra Jayadi menyebutkan, drainase itu dibawah kewenangan pemerintah provinsi, sehingga mereka kesulitan menyampaikan keluhan itu.

“Menurut kami drainase yang merupakan wewenang provinsi tidak berfungsi sama sekali.
Padahal drainase itu adalah satu-satunya jalur atau saluran utama untuk membuang air tergenang,” ujarnya.

Jadi harapan warga, katanya, menitip aspirasi melalui anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi untuk ini disampaikan kepada Pemprop.

“Aspirasi masyarakat agar drainase itu diperbaiki agar bisa kembali berfungsi secara normal,” tandasnya.

Sementara Muhammad Yani Helmi tak menapik kondisi drainase yang dikeluhkan masyarakat.

“Jadi drainase ini berada di jalan protokol yang berlokasi desa Barokah ini. Mestinya harus dirapikan dan bersihkan,” ujar legislator yang akrab disapa Paman Yani ini.

Ia prihatin, apabila tidak segera ditanggulangi maka dampak negatif seperti banjir juga akan mudah terjadi.

“Setidaknya dibikin dan difungsikan sebaik mungkin sehingga aliran air yang dari dalam keluar menuju jalur drainase utama ini dapat berjalan dengan baik sampai menuju laut,” lanjutnya.

Karena mendengar langsung permasalah warga setempat, anggota Komisi II DPRD Kalsel ini berjanji akan memperjuangkan aspirasi ini. Ia berharap wakil rakyat menyatakan sikap ke pemerintah provinsi untuk bisa segera ditindaklanjuti.

“Nanti saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat di sini ke dewan provinsi kalau ini memang wewenangnya pemprov Kalsel yang sewajarnya arah untuk perbaikan adalah tanggungjawab mereka yaitu Dinas PUPR,” tegasnya.

Meski bukan bidang komisinya, sambung Paman Yani, Ia akan tetap membantu menyuarakan aspirasi masyarakat mengingat Ia merupakan perwakilan daerah pemilihannya.

“Karena ini adalah aspirasi masyarakat tentu kami akan suarakan hal tersebut dan setidaknya akan dimasukan dalam pokok pikiran. Sehingga, bisa dimusyawarahkan dan dianggarkan, serta saya juga prihatin dengan kondisi keuangan APBD kita saat ini dikarenakan banyak musibah terjadi di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Penulis Zainal Hakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *