Asa UMKM Bumi Bersujud, Bangkit Ditengah Keterpurukan Badai ‘Wuhan’

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Pasar Minggu, di Kecamatan Simpang Empat, tampak lengang dan sepi. Situasi pusat keramaian yang beberapa dekade selalu menjadi daya tarik dan magnet warga Kabupaten Tanah Bumbu, bahkan tetangga Kotabaru kerap menghabiskan akhir pekannya bersama keluarga, tak seperti dulu lagi.

Nyaris 2 tahun belakangan seakan menjadi tempat tua tanpa gairah. Betapa tidak, dulunya pasar ini idola masyarakat dan ikon kabupaten yang sekarang berjuluk ‘Serambi Madinah‘. Sehingga sempat menjadi surganya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) membuka lapaknya, karena selalu ramai dikunjungi.

Bacaan Lainnya

Tapi kini, sepanjang virus ‘Wuhan” asal China mewabah, pedagang ‘mati rasa‘ menyusul sepinya pembeli dan pengunjung. Akibat beragam kebijakan pemerintah dalam upaya meminimalisir penyebaran Corona Virus Diseas 2019 (Covid-19) berdampak signifikan bagi pelaku usaha UMKM.

Sejak awal Maret 2020 lalu, Covid-19 menjadi ‘petaka‘ bagi berbagai sektor di Tanah Bumbu, terutama bidang ekonomi. Mulai dari usaha kecil hingga usaha besar tanpa kecuali terkena dampak badai ‘Wuhan‘ China ini. Meski pemerintah tak berdiam diri dengan situasi ini, dengan membuat beragam kebijakan guna membangkitkan UMKM.

Yakni berupa bantuan kepada UMKM seperti kucuran dana segar untuk permodalan, pendidikan atau pelatihan melalui Balai Latihan Keterampilan (BLK). Namun hal tersebut belum cukup mendorong kebangkitan sektor usaha.

Bergumul dengan situasi ini, pelaku usaha terpaksa mencari upaya alternatif untuk bertahan. Membuat inovasi ditengah gempuran pandemi, melalui kerjasama memasarkan produk UMKM hingga melakukan penjualan berbasis online.

Tapi strategi ini tak semua berjalan mulus. Justru masih rentan dengan kerugian hingga kegagalan karena berbagai faktor.

Kekinian, hingga Minggu ketiga September 2021 ini, status Kabupaten Tanah Bumbu masih PPKM Level 3. Ditengah lemahnya daya beli masyarakat para pelaku UMKM kembali berharap uluran tangan pemerintah.

Misalnya, Adi pemilik Warkop di Pasar Minggu mengatakan bertahan disituasi sekarang ini sangatlah sulit. Karena merosotnya omzet dan keuntungan, akibat pandemi Covid-19 ini menimbulkan kegalauan bagi para pelaku usaha.

“Kami khawatir seandainya situasi ini berlangsung lama, menyebabkan usaha kami terus merugi. Kami bisa gulung tikar,” ucapnya cemas.

Sehingga, katanya, sangat berharap pemerintah bisa memberikan solusi, agar mereka bisa bangkit dari keterpurukan ini. Khususnya upaya mengakhiri PPKM dan pandemi Covid-19 ini.

“Agar dapat membuka kembali acara-acara yang dapat menarik pengunjung dan pembeli,” pungkasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan menyebutkan, meskipun saat ini daya beli masyarakat menurun tetapi pemerintah telah melakukan beragam program dalam pemulihan ekonomi.

“Sebenarnya tidak bisa dipungkiri dengan adanya even-even merupakan salah satu cara untuk menarik pengunjung dan pembeli,” ungkapnya disela diskusi ringan bersama UMKM di Kopi Nang Pasar Minggu, Rabu (22/9/2021) petang.

Sehingga, menurutnya, perlu adanya diskusi lebih lanjut antara pemerintah dan pelaku usaha agar keinginan mereka bisa terakomodir.

“Mereka butuh motivasi dan solusi untuk bangkit,” tegasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *