Banjarbaru – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait melakukan pemetaan kekuatan personel serta peralatan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Blok Sambang Lihum atau di Gubernur Syarkawi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan, identifikasi dilakukan secara bersama-sama untuk menentukan wilayah yang memerlukan penanganan lebih intensif serta memastikan seluruh sumber daya dapat dikerahkan secara optimal.
“Blok kita identifikasi bersama seluruh stakeholder dan SKPD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Dari hasil pengerucutan, konsentrasi penanganan lebih diarahkan ke Blok Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi,” ujarnya, Banjarbaru, Sabtu (10/10/2026).
Rahmat menjelaskan, kawasan yang menjadi fokus penanganan tersebut selanjutnya dibagi ke dalam empat subblok. Pembagian dilakukan berdasarkan sektor usaha, meliputi perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta sektor lainnya.
Setiap subblok kemudian dipetakan kembali ke dalam beberapa sektor kerja yang disesuaikan dengan wilayah dan perusahaan yang terlibat.
Langkah ini bertujuan memperjelas pembagian tanggung jawab sekaligus memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, pemetaan tidak hanya berfokus pada pembagian wilayah, tetapi juga mencakup pendataan kemampuan setiap perusahaan dan pihak yang terlibat, mulai dari jumlah personel, ketersediaan peralatan, hingga bentuk dukungan yang dapat diberikan.
“Kita sedang mengukur kekuatan untuk pelaksanaan besok, baik dari sisi peralatan maupun personel. Kita identifikasi masing-masing pihak, berapa tenaga yang bisa dihadirkan dan peralatan apa yang tersedia,” jelasnya.
Ia menambahkan, bagi perusahaan yang belum memiliki tenaga operasional yang memadai, akan dilakukan koordinasi dengan tim BPK agar kebutuhan personel dapat dipenuhi melalui kolaborasi antarpihak.
Berdasarkan pemetaan awal, luas kawasan yang menjadi sasaran penanganan mencapai sekitar 1.600 hektare. Kawasan tersebut dibagi menjadi empat subblok untuk memudahkan pengorganisasian personel dan peralatan berdasarkan sektor masing-masing.
Dengan pembagian tersebut, setiap perusahaan dan unsur yang terlibat diharapkan memahami wilayah tugas serta dukungan yang harus disiapkan, sehingga kegiatan penanganan dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi.
Rahmat menyebutkan, target awal pelaksanaan kegiatan ini adalah selama satu minggu. Namun, ia optimistis pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat apabila seluruh pihak memberikan dukungan maksimal dan bekerja secara terpadu.
“Target kita satu minggu. Namun, melihat antusiasme teman-teman dan nantinya didukung BPBD, saya yakin bisa lebih cepat selesai, asalkan seluruh pihak benar-benar bergerak bersama,” ungkapnya.
Melalui pemetaan wilayah, pembagian subblok, serta penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap upaya penanganan karhutla di kawasan Sambang Lihum dapat berlangsung lebih efektif, terukur, dan mampu mempercepat pengendalian kebakaran di lapangan. [rns|mc]
