Banjarbaru – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengirim atlet binaannya ke level nasional.
Tim angkat besi Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA) Kalsel bertolak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Rabu (30/9/2026) pagi, menuju Jakarta untuk mengikuti Invitasi Cabang Olahraga Angkat Besi Pelajar Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
Kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) DKI Jakarta tersebut berlangsung pada 29 September hingga 5 Oktober 2026.
Ajang ini sekaligus menjadi arena bagi atlet SPOBDA Kalsel untuk menambah jam terbang dan mengukur kemampuan menghadapi persaingan nasional.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz melalui Kepala Seksi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Asfia Urrahman, mengatakan keikutsertaan tim SPOBDA merupakan bagian dari agenda pertandingan yang telah disiapkan sepanjang 2026.
Menurutnya, kompetisi nasional menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena atlet tidak hanya dituntut berlatih, tetapi juga harus memiliki pengalaman bertanding dan kemampuan beradaptasi dengan tekanan kompetisi.
“Keikutsertaan ini bagian dari rangkaian agenda pertandingan yang sudah disiapkan untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan atlet binaan,” ujar Asfia.
Dispora Kalsel berharap keikutsertaan tersebut kembali menghasilkan prestasi sekaligus memperkuat kontribusi SPOBDA dalam pencapaian target olahraga daerah hingga penghujung 2026.
“Sejalan dengan target perolehan medali yang terus dikejar Dispora Kalsel hingga akhir 2026 ini, semoga ada hasil yang menggembirakan,” katanya.
Sebanyak sembilan atlet diberangkatkan dalam kontingen tersebut. Mereka terdiri dari Safira Marwa Nurrida, Hilmah Ruaida, Aisyah Humairo, Sinta Al Riski Yanti, dan Muhammad Jati Setiawan.
Kemudian Muhammad Nazriel Setyawan, M. Nabiel Ramadhan, Muhammad Aditya, dan Muhammad Syam Suriansyah. Kontingen turut diperkuat dua pelatih, Mudjianto dan Andini Deno Fajarningrum, satu official Suyati.
Pelatih Angkat Besi SPOBDA Kalsel, Mudjianto, menyebut target tahun ini disusun secara realistis. Pasalnya, sejumlah atlet yang sebelumnya menjadi tumpuan prestasi kini sudah tidak aktif berlatih.
“Tahun kemarin kami runner up di kelompok putri di bawah CYAT Jakarta. Tahun ini mempertahankan saja sudah bersyukur, karena atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut sudah tidak aktif lagi latihan,” jelasnya.
Meski menghadapi perubahan komposisi atlet, Mudjianto tetap melihat peluang podium terbuka. Khusus kategori usia 15 tahun, Kalsel menurunkan tiga atlet yang ditargetkan mampu menguasai posisi tiga besar.
“Ada tiga atlet yang mengikuti kategori umur 15 tahun, diharapkan insya Allah podium tiganya,” katanya.
Sementara kategori usia 15 tahun ke atas diikuti enam atlet putra dan putri. Mereka juga diproyeksikan mampu menembus jajaran podium sekaligus menjadi bagian dari regenerasi atlet angkat besi Kalsel.
“Yang umur 15 up ada enam atlet putra putri, insya Allah podium,” pungkas Mudjianto. [tgh|mc]
