Banjarmasin – Kalimantan Selatan menargetkan prestasi tiga besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju AHY Cup 2026 di Jakarta, 19–25 Oktober mendatang.
Target tersebut menjadi tantangan bagi tim tinju Banua untuk membuktikan hasil pembinaan sekaligus mengukur kekuatan atlet menghadapi Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) tahun depan.
Tim Tinju Kalsel resmi dilepas oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kalimantan Selatan sekaligus Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, di Aula Makorem 101/Antasari, Jumat (16/10/2026) pagi.
Pelepasan ini menandai kesiapan atlet untuk bersaing dengan petinju dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ilham berharap kontingen Kalsel mampu membawa pulang prestasi dari kejuaraan nasional tersebut.
Ia menilai, target tiga besar menjadi sasaran yang realistis, meski persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena seluruh provinsi akan mengirimkan atlet terbaiknya.
“Tidak usah muluk-muluk, kita bisa meraih juara tiga sudah sangat memuaskan bagi saya,” kata Ilham.
Menurutnya, pengalaman bertanding yang dimiliki atlet Kalsel melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berbagai kejuaraan tingkat kabupaten/kota menjadi modal untuk menghadapi persaingan nasional.
Meski bagi sejumlah atlet kejuaraan ini menjadi pengalaman pertama di level nasional, ia optimistis kemampuan tim dapat bersaing.
Kepercayaan itu juga didukung keyakinan pelatih dan ofisial terhadap potensi atlet yang telah dipersiapkan.
Ilham menyebut peluang menembus posisi dua hingga tiga tetap terbuka apabila atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di atas ring.
Sementara itu, Pelatih Tim Tinju Kalsel, Simeon Tamelab, menegaskan target tiga besar didukung persiapan panjang yang telah dijalankan sejak Januari 2026.
Sejumlah kejuaraan, termasuk Kejurprov dan pertandingan terakhir di Tabalong, menjadi sarana bagi tim pelatih untuk mengukur perkembangan serta kemampuan masing-masing atlet.
“Kalau dari persiapan kami yakin bisa tercapai untuk tiga besar. Peluangnya semuanya ada, tinggal atletnya mau berjuang,” kata Simeon.
Tim membawa atlet dari kategori junior, youth, dan elite. Jumlah atlet yang disiapkan mencapai 25 orang, dengan jumlah pasti yang diberangkatkan menyesuaikan ketersediaan anggaran. Peluang meraih prestasi dinilai terbuka di seluruh kelas, baik putra maupun putri.
“Namun, keikutsertaan di AHY Cup 2026 tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Tim pelatih juga memanfaatkan kejuaraan ini untuk menguji kemampuan atlet senior sebanyak mungkin, terutama sebagai bahan evaluasi menuju Pra-PON tahun depan,” ungkapnya.
Simeon menjelaskan, hasil pertandingan di Jakarta akan menjadi dasar untuk memetakan kelas-kelas yang berpotensi meloloskan atlet Kalsel ke ajang Pra-PON.
Dengan demikian, tim pelatih dapat menentukan kekuatan yang perlu dipertahankan sekaligus aspek yang harus ditingkatkan dalam program pembinaan berikutnya.
Kejurnas Tinju AHY Cup 2026 pun menjadi momentum penting bagi tinju Kalsel untuk mengukur daya saing di tingkat nasional, mengevaluasi hasil latihan, dan mematangkan persiapan menghadapi tahapan kualifikasi menuju PON mendatang. [tgh|mc]
