Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalimantan Selatan menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Video Pendek Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, mengatakan lomba video pendek tersebut menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Lomba video ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk memotivasi masyarakat, instansi dan lembaga terkait agar bersama-sama memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Husnul Hatimah, di Banjarbaru, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan, lomba tersebut mengangkat tema “Stop Bullying” dan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Peserta ditantang menyampaikan pesan edukatif melalui video singkat dengan durasi maksimal tiga menit.
Sebanyak 16 akun mengikuti lomba video pendek tersebut. Proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Husnul, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penilaian, di antaranya kesesuaian isi video dengan tema yang telah ditentukan, kreativitas dalam penyampaian pesan, serta ketepatan durasi video.
“Dari 16 peserta yang mendaftar, telah terpilih para pemenang berdasarkan beberapa kriteria, mulai dari kesesuaian dengan tema, kreativitas, hingga durasi video. Untuk juara pertama berasal dari Kabupaten Tapin, juara kedua Kabupaten Tanah Pumbu, dan juara ketiga dari Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Husnul berharap karya-karya yang dihasilkan melalui lomba tersebut tidak berhenti pada kegiatan perlombaan semata, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti pesan-pesan yang disampaikan melalui video ini dan ikut menyebarluaskannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.
Ia menambahkan, upaya perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, forum anak, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan kreatif seperti lomba video pendek, DPPPAKB Kalsel mendorong agar kampanye pencegahan bullying dan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami, khususnya melalui pemanfaatan media digital. [scw|mc]













Leave a Reply