Tanah Bumbu — Semangat masyarakat di Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, menjadi pendorong utama keberhasilan pemanfaatan lahan cetak sawah.
Ditengah kendala keterlambatan bantuan pemerintah pada tahun 2025 lalu, para petani di Desa Salimuran justru membuktikan kemandirian mereka melalui aksi swadaya.
Disaat lahan seluas 116 hektar di lokasi lain kembali ditumbuhi rumput akibat keterlambatan bantuan bibit pusat, warga Salimuran secara mandiri menggarap lahan seluas 50 hektar.
Warga mengolah tanah dan menyediakan bibit sendiri hingga sukses panen dan kini telah memasuki masa tanam kedua.
“Akan tetapi ada 50 hektar swadaya masyarakat di Desa Salimuran, mereka melakukan swadaya sendiri menanam di lokasi cetak sawah tersebut, mulai dari pengolahan bibit dan menanamnya mereka swadaya sendiri sehingga kemarin sempat diceremonialkan tanam serentak dan sudah sempat panen dan ini tanam kedua,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Prasarana dan Sarana (P2SP) DKPP Tanah Bumbu, Erwin Novikar, Senin (27/7/2026) kemarin.
Melihat potensi besar tersebut, DKPP Tanah Bumbu kini berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memperluas bantuan olah lahan di Salimuran melebihi usulan awal yang sebesar 100 hektar.
Jika sisa lahan di Salimuran berhasil diolah dan ditanam seluruhnya, produksi padi di wilayah tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hasil panen hingga sekitar 900 ton.
Antusiasme serupa ditunjukkan warga Desa Satiung yang menyambut baik pengalihan lahan tidur di desa mereka menjadi cetak sawah seluas 384 hektar.
Kendati demikian, petani Satiung masih memerlukan dukungan perbaikan jalan akses untuk alat mesin pertanian serta penyesuaian sistem tata kelola air di dalam area persawahan.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh fasilitas pendukung.
Tim dari Bupati Tanah Bumbu telah diturunkan langsung ke lapangan untuk memetakan kebutuhan anggaran, baik melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN.
Upaya ini dilakukan sesuai instruksi Bupati melalui Tim Percepatan Pembangunan agar seluruh area realisasi cetak sawah seluas 894 hektar—yang tersebar di Desa Satiung (384 ha), Karya Bakti (276 ha), dan Salimuran (234 ha)—dapat tertanam sepenuhnya pada tahun ini.
“Apakah itu dengan anggaran APBD, APBD Provinsi, atau APBN, semua cara kita tempuh semua ikhtiar kita lakukan untuk bisa tetap yang namanya cetak sawah seluas 894 hektar ini bisa tertanam semua. Mudah-mudahan akan terealisasi,” tegas Erwin.
Langkah percepatan ini berakar dari panjangnya proses penyesuaian program cetak sawah Tanah Bumbu sejak tahun 2025, yang bermula dari usulan awal 2.770 hektar, lalu disesuaikan melalui SID Kementerian dan Poliban menjadi 2.258,95 hektar.
Hingga menetapkan area realisasi 894 hektar setelah mengecualikan lokasi bernilai investasi tinggi seperti Desa Tapus (106 ha) serta kawasan terkendala cuaca di Serdangan (976,7 ha) yang kini diusulkan ulang. [fik]
