Wacanakan Revitalisasi 3 Pasar di Tanah Bumbu, M Rusli Temui Kadisdag Kalsel

  • Wakil Bupati Tanah Bumbu M Rusli gelar pertemuan dengan Kasisdag Kalsel, H Birhasani, membahas usulan revitalisasi pasar dan mengatasi inflasi daerah.

Banjarmasin, lenterabanua.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu wacanakan melakukan revitalisasi terhadap 3 Pasar Tradisional di Kecamatan Kusan Tengah, Teluk Kepayang dan Satui.

Dari ketiga pasar itu, revitalisasi menelan anggaran sebesar masing-masing Rp 6 Miliar bagi pasar di Kusan Tengah dan Teluk Kepayang dengan dana TP DAK Rp 6 Milyar. Serta usulan Pasar Sudah Raya dengan dana Inpres sebesar RP 18 Milyar.

Bacaan Lainnya

Guna mewujudkan rencana itu, Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rusli mendapatkan undangan rapat koordinasi dari Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (1/11/2021) di Jalan S Parman Nomor 44 Banjarmasin.

Dalam pertemuan itu, Wabup Muhammad Rusli didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu, terkait koordinasi program revitalisasi pasar rakyat.

“Kita diterima Kadisdag Kalsel, H Birhasani dan Plt Sekretaris, Jaderi, untuk membicarakan program revitalisasi pasar,” ucap Wabup M Rusli.

Ia berharap berteman ini akan menambah kejelasan tentang program revitalisasi pasar di Kecamatan Kusan Tengah, Teluk Kepayang dan Satui.”

Semoga rencana itu bisa terealisasi segera,” tukasnya.

Disebutkannya, selain program revitalisasi pasar, koordinasi tersebut juga dalam rangka membahas strategi mengatasi inflasi daerah.

“Dalam rapat dibahas tentang pendistribusian gas elpiji. Diantaranya koordinasi tentang polemik pengecer atau kios yang diatur dengan SK Bupati tentang HET LPJ 3 Kg di Tanah Bumbu,” ungkapnya.

Kemudian, sambungnya, ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan Rp 25.000/ tabung dan di kios/warung Rp 30.000 / tabung.

“Diharapkan penentuan HET ini akan memberikan kejelasan terkait simpang siur harga di lapangan. Sehingga tak membuat resah masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, pertemuan juga membicarakan terkait dukungan kelancaran logistik bahan pokok (Bapok) dan kebutuhan pokok barang penting (Bapokting) untuk menjaga stabilitas Harga dan stok barang di Bumi Bersujud.

“Tujuannya untuk menjaga inflasi daerah,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *