Usungan Banyak “KO” di Pilkada Serentak, Golkar Kalsel Berencana Revolusi Kader

Supian HK, Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan

Banjarmasin, LENTERABANUA.COM – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Kalimantan Selatan, Supian HK menyesalkan lima calon kepala daerah yang diusung “KO” atau mengalami kekalahan di kontestasi Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020.

“Padahal kelima calon kepala daerah (tidak terpilih) ini para tokoh semua,” sesal dia, di ruang tamu ketua DPRD Kalsel, Kamis (17/12/2020).

Bacaan Lainnya

Dikatakan dia, calon kepala daerah yang diusung partai Golkar, selain Gubernur Kalimantan Selatan terpilih, Sahbirinnoor, sisanya yang menang pilkada hanya Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. “Sedangkan lima kabupaten dan kota semuanya kalah,” beber dia.

Ditegaskan dia, hasil pilkada serentak tahun 2020 ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi partai Golkar Kalsel kedepan.

“Kita berencana akan merevolusi mental para kader partai usai pesta demokrasi  pilkada tahun ini,” ungkap dia.

Disayangkan dia, kekalahan lima pasang calon bupati dan walikota tersebut  justru calon Bupati petahana Kabupaten Balangan, Ansharuddin – M Nor Iswan. Kemudian, pasangan Calon Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Saban effendi – Said Abdilah. Terakhir, Calon Bupati Banjar, Rusli – Muhammad Fadhlan Asyari.

“Kemudian pasangan Calon walikota Banjarbaru, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah-AR Iwansyah dan Calon Walikota Banjarmasin,Ananda – Musaffa Zakir,” sebut dia.

Diakuinya, partai yang telah membesarkan mana calon Gubernur Petahana Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor ini mentargetkan kemenangan 60 persen calon kepala daerah, atau minimal 4 kursi kepala daerah yang diperebutkan.

“Namun, faktanya Golkar hanya bisa merebut dua kursi.  Bupati Tanah Bumbu  dengan mengusung Zairullah Azhar-Rusli dan Kabupaten Kotabaru, Sayed Jafar Al-Idrus – Andi Rudi Latif,” tambah dia.

Ketua DPRD Kalimantan Selatan ini juga mengatakan, pasangan calon bupati yang meraih suara terbanyak di pemilihan legislatif pun tidak menjamin bisa merebut kursi empuk bupati.

“Padahal Cabup Banjar Rusli merupakan peraih suara terbanyak di pileg 2019 di Kabupaten Banjar. Namun, tetap tidak bisa menang di pilkada,” heran dia.

Kalkulasi politiknya, Rusli yang merupakan kader senior partai Golkar di pileg 2019 meraih lima puluh dua ribu suara rakyat Kabupaten Banjar saat sukses melenggang menjadi legislator  DPRD Provinsi Kalsel.

“Namun sangat disayangkan di pemilihan Bupati malah kalah dengan calon petahana,” miris dia.

Berkaca dari banyaknya calon yang tidak berhasil merebut kursi, lanjut dia, partai Golkar Kalsel akan melakukan rapat evaluasi para kadernya. Namun dia juga menegaskan para kader dan calon usungan Golkar bebas dari politik uang.

“Jika mengacu pada kamus bahasa, revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Nah, jika diartikan akan banyak perbaikan di dalam mesin partai setelah pilkada ini,” tutup dia.

Penulis : alhakim

Editor    : Mohammad Apriani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *