Banjarbaru – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis Awareness Pelayanan Publik bagi Kelompok Rentan di Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, tersebut diikuti para pegawai BBPOM di Banjarbaru serta perwakilan sejumlah instansi lintas sektor.
Diantaranya RSD Idaman Kota Banjarbaru, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banjar, DPMPTSP Kota Banjarbaru, Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, serta Redaksi Antara News Kalsel.
Ary Yustantiningsih mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran sekaligus kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, khususnya kepada masyarakat yang termasuk kelompok rentan.
“Pelayanan publik ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Harapannya seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali bisa mendapatkan pelayanan dari instansi pemerintah, khususnya di Balai Besar POM di Banjarbaru,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan bagi kelompok rentan tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas.
BBPOM Banjarbaru juga terus meningkatkan kompetensi petugas agar mampu memberikan pelayanan dengan empati dan responsif.
Sejumlah fasilitas aksesibilitas telah disiapkan, seperti guide block, toilet aksesibel, loket prioritas, area tunggu prioritas, tempat bermain anak, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Selain sarana dan prasarana, kegiatan ini juga menumbuhkan dan meningkatkan kompetensi petugas pelayanan publik. Menumbuhkan rasa empati dan responsif agar bisa memberikan pelayanan publik yang prima kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa ada kendala,” jelasnya.
Ary menambahkan, BBPOM Banjarbaru memiliki 12 jenis pelayanan yang diharapkan dapat diakses seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Pelayanan tersebut antara lain pemberian informasi dan edukasi mengenai keamanan obat dan makanan, pelayanan izin edar yang diterbitkan Badan POM, hingga pelayanan sertifikasi.
Ia menegaskan, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga kemudahan akses, keamanan, kenyamanan, serta fasilitas yang diberikan kepada masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini menjadi satu komitmen dari Balai Besar POM di Banjarbaru untuk memberikan pelayanan publik yang prima, responsif, dan tidak ada perbedaan kepada seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat pada umumnya maupun kelompok rentan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pelatihan bahasa isyarat sebagai bagian dari peningkatan kemampuan petugas dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.
BBPOM Banjarbaru menghadirkan dua narasumber, yakni perwakilan sekolah luar biasa dan teman tuli. Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara menerima, menyambut, serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok rentan.
Ary menyebutkan, BBPOM Banjarbaru saat ini juga telah memiliki petugas pelayanan publik yang mampu menggunakan bahasa isyarat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh petugas pelayanan semakin siap dan memiliki kepedulian dalam memberikan pelayanan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan aksesibilitas maupun komunikasi khusus.
“Harapannya semua teman-teman ataupun petugas pelayanan publik bisa lebih aware, lebih siap untuk menerima teman-teman kelompok rentan ini,” pungkasnya. [scw|mc]















Leave a Reply