Sosialisasi CAPA untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kefarmasian

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – BPOM Tanah Bumbu melaksanakan sosialisasi tindak lanjut hasil pengawasan dan desk CAPA (Corrective Action and Preventive Action) untuk Sarana Pelayanan Kefarmasian, Selasa (22/6/2021). Kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring dengan menggandeng IAI dan PAFI.

Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan mutu pelayanan kefarmasian sesuai standar di sarana pelayanan seperti toko obat, apotek, klinik, puskesmas, dan rumah sakit yang berorientasi kepada keselamatan pasien.

Bacaan Lainnya

Hal ini bertujuan untuk melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).

Adapun peserta yang mengikuti diantaranya penanggungjawab sarana pelayanan kefarmasian di toko obat, apotek, klinik, puskesmas dan rumah sakit yang tersebar di kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Yakni 50 orang peserta daring dan 35 orang peserta luring. Kegiatan diousatkan di Gedung PKK kabupaten Tanah Bumbu. Dibuka Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ikhsan Budiman.

Membacakan sambutan bupati Zairulllah Azhar, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ikhsan Budiman, menyambut baik dan sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini.

“Karena kegiatan ini, memiliki peran strategis dalam rangka meningkatkan pengawasan dan mutu sarana pelayanan ke farmasian di Tanah Bumbu,” katanya.

Bupati berpesan agar mengikuti sosialisasi dengan sungguh-sungguh agar nantinya dapat memahami secara utuh materi yang disampaikan dan juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Bumi Bersujud.

“Terutama memberikan bukti nyata dukungan terhadap pelaku usaha baik dibidang obat, obat tradisional, maupun pangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Balai POM Tanah Bumbu, Rahmat Hidayat mengatakan Balai POM bertugas melakukan pengawasan obat dan makanan yang beredar sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan.

“Dengan pengawasan tersebut diharapkan tidak adanya penyimpangan jalur distribusi penyalahgunaan obat tersebut,” ucapnya.

Dalam hal pengawasan ini, sebutnya, Balai POM tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pihak lainnya seperti Dinas Kesehatan, Ikatan Apoteker Indonesia Tanah Bumbu, dan Persatuan Ahli Farmasi Tanah Bumbu.

Turut hadir secara luring yaitu Ketua IAI PC Tanah Bumbu, Totok Dwi Prasetyo dan Ketua PAFI PC Tanah Bumbu, H Muhammad Syaid sedangkan undangan secara daring dihadiri oleh Ketua IAI PD Kalimantan Selatan, Surya Wahyudi, Ketua IAI PC Kotabaru, Muhammad Ukas, serta Ketua PAFI PC Kotabaru, Agus Adi Purnomo.

Sementara narasumber yang hadir Kasi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Vonny Rosalina, Kepala Kantor BPOM Tanah Bumbu, Rahmat HIdayat, serta Tim Pemeriksaan BPOM Tanah Bumbu. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *