Serunya Berwisata ke Pulau Burung, Hutan Mangrove Nan Asri

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Pandemi Corona Virus Diseas 2019 (Covid-19) memang masih berlangsung. Meski memasuki era baru atau new normal, namun aktivitas masyarakat belum sepenuhnya kembali seperti semula. Begitu pun dengan dunia pariwisata di kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Nyaris semua destinasi wisata popular di Bumi Bersujud belum seramai sebelum Covid-19 melanda. Sementara disisi lain, masyarakat sebagai pelancong butuh tempat dan suasana nyaman untuk refresing. Seperti keluarga besar Ubaidillah, warga kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu ini.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, untuk menghilangkan rasa penat efek tingginya rutinitas keseharian, dan rasa bosan akibat belenggu pandemi, sehingga butuh rekreasi dan berwisata.

Dan ia memilih destinasi wisata Pulau Burung, yang berada di Selat Kotabaru untuk menyegarkan pikiran bersama keluarganya. Alasannya memilih hutan mangrove ini sebagai tujuan wisatanya, sangat cocok untuk liburan.

Wisata Hutan Mangrove, desa Pulau Burung, kecamatan Simpang Empat, kabupaten Tanah Bumbu, menjadi salah satu wisata popular di daerah ini.

Kendati aksesnya harus naik kapal, namun saat sampai di lokasi bakal disuguhkan sejumlah tempat yang menarik dan tidak membosankan.

Destinasi hutan mangrove ini dilengkapi dengan sejumlah gajebo penuh warn. Belum lagi jalan titian hutan mangrove yang memiliki sejumlah spot foto.

Seperti spot foto sarang burung, kapal hingga spot foto alat music dengan background laut langsung. Selain itu, banyak kalimat edukasi disepanjang jalan titian hutan mangrove, sehingga membuat tempat ini lebih romantis.

Spot-spot ini menjadi tempat incaran untuk foto-foto dengan keindahan lautnya.

Ubaidillah sangat terpesona dengan tempat ini. Bersama-sama dengan keluarga dan kerabatnya berlibur, tampak begitu menikmati perjalanan wisatanya diakhir pekan.

“Spotnya wisatanya bagus dan banyak tempat santainya. Wisatanya ini sudah cukup bagus, tinggal dilengkapi tempat-tempat menarik lainnya,” kata Ubaidillah.

Di gajebo, mereka juga sempat menikmati makanan yang dibawa dari rumahnyanya itu. Mereka sangat betah bertahan di objek wisata ini. Namun sayangnya, keluarga Ubaidillah tak bisa berlama-lama karena dating kesorean.

“Tempatnya asik. Kalau saja ada akses jalan yang mudah ditempuh, pasti tempat ini selalu ramai,” lanjutnya.

Ia berharap, pemerintah daerah memerhatikan kemudahan pelancong dan pengunjung untuk bertamasya ke tempat ini. Misalnya ada angkutan gratis berupa perahu wisata yang disiapkan mengantarkan wisatawan ke dermaga Pulau Burung.

Kehadiran keluarga Ubaidillah disambut hangat warga dan pengelola destinasi wisata ini. Tampak Camelia, warga setempat dengan ramah menerima kunjungan pelancong di kampungnya.

“Selamat datang di Wisata Pulau Burung, hutan mangrove yang asri dan indah,” sambutnya dengan ramah.

Camelia menyebutkan, selama ini para pengunjung selalu memberikan kesan yang baik selama menikmati berwisata disini. Semua potensi, baik yang alami maupun fasilitas buatan yang disediakan, mendapatkan komentar yang baik.

“Memang ada sebagian pengunjung mengeluhkan akses ke Pulau Burung, karena hanya bisa tempuh menggunakan kapal atau perahu. Mereka menginginkan adanya jembatan penghubung dari daratan menuju kampung ini,” jelasnya.

Namun ia menyebutkan, dengan menggunakan kapal, wisatawan justru mendapatkan perjalanan lebih menantang, dan bisa menikmati keindahan laut dan pegunungan di Pulau Laut, Kotabaru selama berlayar.

Terpisah, Ketua Pokdarwis Wisata Hutan Mangrove, M Elmi, Sabtu (6/3/2021) mengaku kunjungan cukup tinggi di tempat wisata tersebut. Bukan hanya dari orang lokal, tapi dari luar daerah juga banyak datang.

“Tahun ini, kami akan menambah lagi jalan titiannya dan akan dibangun homestay di tempat wisata ini,” ungkapnya.

Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung

Tapi, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Burung, wajib mengikuti peraturan dan anjuran pemerintah. Yakni menerapkan standar protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung.

Protokol kesehatan seperti wajib pakai masker, mencuci tangan dengan sabun, pakai hand sanityzer, ngecek suhu tubuh, jaga jarak (physical distancing) menjadi syarat wajib.

Untuk bisa menikmati semua fasilitas di destinasi ini, pengunjung dienakan tariff masuk. Yakni Rp. 20.000/ pengunjung dewasa, dan Rp. 10.000 bagi anak-anak. Sementara untuk biaya transportasi menggunakan kapal ke Pulau Burung dari dermaga Batulicin, dikenakan ongkos Rp. 30.000 dewasa dan Rp. 15.000 untuk anak-anak pulang pergi.

Jadi, bagi anda yang sedang dalam kunjungan ke kabupaten Tanah Bumbu, saying jika destinasi ini dilewatkan. Selain pesonanya memberikan warna dan kesan tersendiri, biaya wisatanya juga tergolong rumah. Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *