Tanah Bumbu – Ribuan masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu banjiri lapangan depan Mesjid Agung Al Falah di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Jum’at (15/8/2025) sore.
Mereka antusias hadir untuk menyaksikan beragam lomba menarik yang dihelat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Diantaranya lomba panjat pinang yang menjadi daya tarik masyarakat. Setidaknya ada 4 pohon yang disajikan untuk dipanjat belasan peserta khusus kalangan laki-laki.
Setiap grup peserta beranggotakan 5 orang. Bagi peserta yang beruntung mampu meraih puncak, diberikan hak hadiah.
Tapi tak semua peserta bisa menaklukkan lomba dengan mudah. Sebagian besar harus berjuang keras agar bisa menggapai finish. Namun diantaranya ada pula gesit dan cepat naik hingga ke ujung atas pohon pinang.
Sorak-sorai, teriakan semangat dan gelak tawa bahkan tepuk tangan para penonton campur jadi satu menyaksikan tingkah laku peserta. Sehingga menambah suasana arena perlombaan semakin ramai. Dan tentunya menjadi kian seru.
“Seru. Pemandangan yang hanya bisa disaksikan satu kali dalam setahun. Yakni saat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar seorang penonton, Zainal yang kagum atas perjuangan para peserta.
Di arena yang sama, beragam lomba rakyat lainnya digelar secara bersamaan. Ada balap karung emak-emak. Tarik tambang hingga estapet balon kaum hawa.
Pada titik lain, lomba lari karung dan tarik tambang juga di ikuti kalangan pria. Baik remaja, dewasa bahkan lansia. Tak sekali dua aksi peserta menjadi kocak hingga mengundang gelak tawa penonton.
Peserta sendiri didominasi kelompok-kelompok tertentu. Bisa kalangan karyawan perusahaan, geng satu kampung hingga komunitas guru.
Salah satunya dari Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Syarif Abbas Jalan Sampurna, Desa Hidayah Makmur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.
Geng peserta ini tak hanya dari kalangan laki-laki, tapi juga kaum perempuan. Bahkan lomba yang paling banyak di ikuti justru dari srikandi-srikandi pendidikan ini.
“Nyaris semua cabang yang dilombakan kami ikuti. Baik balap karung, tarik tambang dan estapet balon. Kami juara di lomba balap karung,” ujar juru bicaranya, Liza dan diamini belasan koleganya.
Mereka mengaku sangat senang dan bangga bisa berpartisipasi sebagai peserta dalam ajang lomba tujuhbelasan ini.
“Bagi kami kegiatan ini sangat bermakna. Terutama untuk masyarakat Tanah Bumbu berkumpul merayakan 17 Agustus (HUT Kemerdekaan RI) ini,” lanjutnya dengan penuh semangat.
Diakuinya, semua lawan yang dihadapinya setiap perlombaan rata-rata berat. “Tapi untuk balap karung kami juara satunya,” imbuhnya seraya menyebutkan persiapan mereka cukup matang sebelum bertanding.
Para pendidik ini berharap, kedepan masyarakat Tanah Bumbu kian maju, terkhusus untuk dunia pendidikan.
“Untuk momentum perayaan tujuhbelasan ini sebagai pengingat betapa besar dan kerasnya perjuangan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Jadi kita harus selalu menghargai jasa-jasa mereka,” tukasnya.
Ditambahkan Liza, dari MI Syarif Abbas tak hanya mengirimkan pengajarnya, tapi siswanya ikut bertarung dan berpartisipasi sebagai peserta lomba. “Murid kami ikut lomba bawa kelerang dengan sendok,” pungkasnya.
Kegiatan perlombaan ini sendiri menjadi wahana hiburan masyarakat karena disajikan tontonan menarik. Sehingga wajar jika ribuan warga membanjiri arena. Selain itu menjadi surganya bagi pelaku usaha UMKM, karena membludaknya penonton.
Dalam Gebyar Merdeka Perlombaan Tujuhbelasan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyiapkan banyak hadiah. Dari uang tunai hingga beragam barang elektronik serta sepeda listrik. [kim]