Tanah Bumbu – Ada tempat di pesisir Tanah Bumbu yang tak pernah benar-benar ramai oleh kebisingan, melainkan dipenuhi suara ombak, desir angin, dan rimbunnya daun bakau yang bergoyang pelan.
Namanya Mangrove Beach Kersik Putih, sebuah ruang jeda bagi siapa pun yang ingin sejenak melepaskan penat.
Berlokasi di Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, destinasi ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan sekadar pantai untuk berfoto, tetapi kawasan wisata yang mengajak pengunjung berjalan menyusuri jembatan kayu di tengah hutan mangrove, menyaksikan bagaimana ekosistem pesisir tetap hidup dan menjaga garis pantai.
Setiap langkah di atas titian menghadirkan pemandangan yang berubah. Air laut berkilau diterpa cahaya, akar-akar bakau mencengkeram lumpur, sementara siluet pegunungan tampak berdiri tenang di kejauhan.
Saat pagi datang, matahari terbit perlahan dari ufuk timur. Menjelang senja, langit berganti warna menjadi jingga keemasan, menjadikan tempat ini favorit para pemburu sunrise maupun sunset.
Bagi Saiful Anwar, warga Desa Karang Sari, Kecamatan Kusan Hulu, Mangrove Beach bukan hanya destinasi wisata, melainkan tempat untuk kembali menenangkan pikiran.
“Paling enak datang sore hari. Anginnya sejuk, pemandangannya indah, dan kita bisa menikmati sunrise maupun sunset di sini,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Di balik keindahannya, kawasan ini juga memegang fungsi edukasi. Pengunjung diajak mengenal pentingnya hutan mangrove sebagai pelindung pesisir dari abrasi sekaligus habitat berbagai biota laut.
Wisata pun terasa lebih bermakna karena keindahan alam berpadu dengan nilai pelestarian lingkungan.
Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari kafe, warung makan, hingga toilet umum. Tiket masuknya pun ramah di kantong: Rp5.000 untuk pengunjung umum dan Rp10.000 bagi yang ingin memancing.
Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Saiful berharap pengelola dapat memperluas area dan menambah tempat duduk agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Mangrove Beach Kersik Putih membuktikan bahwa pesona wisata bukan hanya tentang panorama, tetapi juga tentang menghadirkan ruang di mana alam, edukasi, dan ketenangan dapat dinikmati dalam satu perjalanan. [gun]















Leave a Reply