Pasar Niaga Bersujud, Riwayatmu Kini

  • Pasar Niaga Bersujud atau Pasar Minggu Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu tampak sepi.

Tanah Bumbu, lenterabanua.comBeda era, beda pula masa kejayaannya. Pepatah ini layak disematkan bagi Pusat Niaga Bersujud, yang terletak di Jalan Raya Batulicin, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Era 90an hingga awal 2010, pusat perbelanjaan ini pernah mengenyam masa keemasan. Selalu ramai, meskipun namanya Pasar Minggu. Namun seiring waktu, perlahan tapi pasti, ikon Batulicin ini mulai meredup.

Bacaan Lainnya

Walaupun beragam upaya dilakukan pemerintah daerah, tetap saja sepi pengunjung. Bahkan untuk mengubah stigma Pusat Niaga Bersujud yang lebih familiar dengan sebutan Pasar Minggu ini, Pemkab Tanah Bumbu membuat kebijakan dengan menetapkan sebagai Pasar Harian agar menjadi ramai.

Sayangnya, program itu tak bertahan lama. Pasar tersebut hanya ramai sekitar satu bulan diawal tahun 2021 ini, kemudian pedagangnya satu demi satu, menghilang dan pasar ini kembali sepi.

Padahal sebelumnya sudah diisi banyak pedagang ikan, sayur dan sembako. Namun, sekarang tersisa sejumlah pedagang sembako yang tetap bertahan.

Pantauan di lokasi, Rabu (3/11/2021), banyak kios yang kosong, lapak juga banyak yang kosong, pembeli pun begitu sepi.

Seorang pedagang sembako di pasar itu, Yati, tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Namun ia mengaku tak mampu berbuat lebih. Dia tetap bertahan ditempat itu sejak puluhan tahun lalu, karena percaya rejeki tak akan tertukar.

Sementara pedagang lainnya, banyak memilih kabur untuk mencari rejeki ditempat lain dengan mengikuti pasar malam di desa-desa.

“Pasar hariannya cuma berjalan kurang lebih 1 bulan. Setelah itu, satu persatu pedagang hilang karena minimnya pembeli disini, bingung juga,” katanya.

Padahal, ketika dijadikan pasar harian, sempat ramai, pedagang lengkap. Tetapi entah kenapa, pembeli tetap sedikit.

“Pembeli lari ke Pasar Harian Simpang Empat. Jadi selama ada pasar itu, pasar disini pasti begini-begini saja. Disini ramai kecuali hari Minggu, karena namanya juga Pasar Minggu sehingga ramai dihari itu saja,” sambungnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Tanah Bumbu, Deny Harianto, tak menampik kondisi Pusat Niaga Bersujud atau Pasar Minggu itu.

Jajarannya sudah mengupayakan untuk meramaikan pasar tersebut, namun tetap masih sulit.

“Mindset warga Pasar Minggu cuma sekali saja, jadi minat pedagang untuk menempati kios di Taman Edukasi kurang,” ucapnya.

Ditambahkannya, dari upaya pemerintah daerah melalui Disdagri sudah beberapa kali mengupayakan agar Pasar Minggu dijadikan Pasar Pusat Harian.

“Itu direspon positif, bahkan hampir semua pedagang sangat merespons positif dan mereka membuka toko dan kios,” imbuhnya.

Namun, itu hanya bertahan beberapa saat saja. Setelah dibuka, karena minimnya pengunjung untuk berbelanja, Pasar Minggu kembali sepi. Disdagri sudah maksimal mempromosikan keada masyarakat, namun hasilnya tetap tak berubah.

“Sudah kami jadikan pasar harian, salah satunya mindset masyarakat kita sudah terpatri bahwa pasar niaga adalah pasar mingguan sehingga orang berbelanja terbiasa di hari minggu saja,” tandasnya.

Langkah konkrit saat ini akan dengan pembenahan menyeluruh dengan rencana merealokasi tempat pasar Pusat Niaga Bersujud atau akan dilakukan rehab total dengan mengusulkan revitalisasi pasar modern tradisional di Kementerian Perdagangan RI.

“Ini sudah kami komunikasikan baru-baru ini. Insya Allah dalam 2 minggu kedepan proposal pembangunan akan kami sampaikan bersama eksekutif dan legislatif ke Kementrian Perdagangan,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *