Optimalisasi PAD Sektor Pajak Ranmor, DPRD Kalsel Berkunjung ke Kaltim

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo bersama kolega dan jajaran Bakeuda Kalsel saat komparasi ke Badan Pendapatan Daerah Kaltim.

Balikpapan, lenterabanua.com – Komisi Il DPRD Kalimantan Selatan berkunjung ke Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Timur terkait dengan pelaksanaan pelayanan kesamsatan yang berjalan provinsi tetangga tersebut, Jum’at tadi.

Bacaan Lainnya

“Upaya optimalisasi penerimaan daerah yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo.

Ia mengatakan tujuan Komisi II bersama Badan Keuangan Daerah Kalsel, yaitu untuk saling bertukar informasi terhadap upaya dari Pemprov Kalsel menggali potensi dan meningkatkan sektor pendapatan.

“Khususnya pada jenis pajak yang dikelola pada Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah,” tegasnya.

Dijelaskannya, studi komparasi ke Samsat Balikpapan, karena di Kota Minyak itu ada 3 Samsat Utama dan 10 Samsat Pembantu.

“Kita banyak dapat masukan-masukan terutama tentang kesamsatan. Pendapatan dari Samsat Balikpapan itu sendiri bisa mencapai 3 Triliun lebih, hampir 50% PAD yang ada di Kalimantan Selatan,” tutur Imam.

Sementara dalam keterangannya, Kepala UPTD Pelayanan Pajak & Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Balikpapan, S.A.C Halib AQ menjelaskan UPTD PPRD Wilayah Balikpapan merupakan 1 (satu) dari 9 (sembilan) UPTD wilayah yang dimiliki Kalimantan Timur.

“Kaltim juga telah memiliki SIMPATOR (Sistem Informasi Monitoring Pajak Kendaraan Bermotor) yaitu layanan website yang dibangun untuk menunjang aktifitas pemerintahan dalam hal keterbukaan data dan pelayanan publik pada Pajak Kendaraan Bermotor,” jelasnya.

Kemudian, UPTD PPRD Wilayah Balikpapan memiliki aplikasi  Mobile Banking Payment yaitu sistem aplikasi pembayaran PKB, PNBP dan SWDKLLJ melalui smart-phone dengan menggunakan aplikasi yang terdapat di  seluruh Android/IOS yang dapat diunduh langsung di smartphone wajib pajak. 

“Dengan adanya fasilitas ini maka pembayaran PKB, PNBP dan SWDKLLJ bisa dilakukan dengan mudah dimanapun dan kapanpun, aplikasi mobile banking payment ini bekerjasama dengan Bank Kaltim,” bebernya.

Halib sapaan akrabnya menambahkan, berbagai inovasi-inovasi layanan untuk memberi kemudahan kepada wajib pajak sehingga wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui berbagai aplikasi.

“Yakni Tokopedia, Link Aja, Samsat pegadaian, Samsat Gojek, Indomaret, Samsat Pojok Pos, M-Pay Pos, Samsat kelurahan, Informasi Pajak, Samsat Payment Point, Samsat Corner, Samsat Keliling, Samsat Drive Thru, Simpator, E-Samsat Bhabinkamtibmas,” paparnya.

Dari komparasi itu, Imam Suprastowo menambahkan ada lagi kesamsatan yang diperoleh yaitu bagaimana cara agar tidak lagi mengganti Plat Nomor harus ke Polisi Daerah (Polda) tapi cukup di mobil samsat mereka.

“Ini yang menjadi masukkan-masukkan ke depan supaya bisa dilaksanakan di Kalimantan Selatan sehingga masyarakat untuk membayar pajak lebih cepat dan efisien,” harap Imam.

Selain itu keinginan untuk membayar pajak itu sudah besar akan tetapi masih sulit. “Ini yang harus ada terobosan-terobosan agar kedepan lebih mumpuni lagi sehingga Pendapatan Asli Daerah kita lebih meningkat,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *