Banjarbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel memprioritaskan penanganan tiga jembatan desa melalui program Jembatan Desa (JuDesa) yang tersebar di Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dan Barito Kuala (Batola).
Berdasarkan hasil verifikasi dan penetapan prioritas penanganan, Pemprov Kalsel mulai mengupayakan perbaikan infrastruktur jembatan yang dinilai mendesak, dengan Kota Banjarmasin menjadi lokasi penanganan pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, mengatakan penanganan di Banjarmasin akan dilaksanakan melalui anggaran perubahan 2026, dengan fokus pada jalur alternatif Sungai Lulut.
“Untuk tahun ini, melalui anggaran perubahan 2026, kita mencoba menangani terlebih dahulu lokasi yang menjadi urgensi, yaitu di jalur alternatif Sungai Lulut,” ujarnya, Kamis (24/9/2026) kemarin.
Penanganan tersebut berupa perbaikan jembatan box yang berada di jalur alternatif. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan akses jalan sebelum pelaksanaan pembangunan jembatan permanen pada tahun berikutnya.
Menurut Misna, kesiapan jalur alternatif menjadi salah satu aspek penting agar pelaksanaan pembangunan permanen nantinya dapat berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan akses masyarakat.
“Sehingga tahun depan kita dapat melaksanakan penanganan permanennya. Artinya, ketika pembangunan permanen dilaksanakan, jalur alternatif sudah siap digunakan,” jelasnya.
Salah satu jembatan yang menjadi perhatian memiliki lebar eksisting sekitar lima meter. Namun, proses persiapan teknis masih memerlukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
PUPR Kalsel saat ini masih melaksanakan koordinasi dengan pemkot guna memastikan rencana dapat dilaksanakan tanpa kendala.
“Kita masih melaksanakan koordinasi dengan Pemkot. Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga jembatan tersebut bisa dilaksanakan perbaikan,” katanya.
Selain di Kota Banjarmasin, hasil verifikasi program JuDesa juga menetapkan masing-masing satu jembatan box untuk penanganan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Barito Kuala.
“Melalui program JuDesa, Pemprov Kalsel berupaya mendorong peningkatan konektivitas wilayah perdesaan melalui penanganan jembatan berdasarkan hasil verifikasi dan skala prioritas, sehingga infrastruktur yang membutuhkan penanganan dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai rencana dan kemampuan anggaran,” pungkasnya. [tgh|mc]
