Korban Terakhir Pekerja Tambang Longsor di Tanbu Akhirnya Ditemukan

  • Bagikan

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Korban terakhir pekerja tambang batubara manual terowongan bawah tanah di desa Mentawakan Mulia, kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel yang diduga Misjo (53) warga setempat akhirnya ditemukan, Senin (1/2/2021). Penemuan ini tak sengaja, karena proses pencarian sudah dihentikan sehari sebelumnya.

Satu jasad ini ditemukan pekerja tambang yang berniat mencari sisa-sisa barang mereka yang tertinggal saat peristiwa longsor di area galian batubara manual terowongan tersebut sekitar pukul 15.10 wita. Diduga jenazah itu korban yang terseret banjir lumpur yang belum ditemukan selama pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Menurut Dandim 1022/TNB Letkol CPN Rahmat Trianto, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit umum daerah Batulicin untuk proses identifikasi. Namun dari keterangan kepala desa setempat, nyaris bisa dipastikan korban merupakan Misjo, ayah Imam Safei, yang jasadnya sudah ditemukan Kamis (28/1/2021) lalu.

“Keterangan pak kades Mentawakan Mulia, kemungkinan besar jasad yang baru ditemukan bernama Misjo. Namun untuk memastikan identitasnya, petugas sedang melakukan identifikasi di rumah sakit,” ucap Dandim, Senin (1/2/2021) petang.

Dandim mengakui, penemuan berawal dari kegiatan para pekerja tambang yang meminta izin untuk mengambil alat-alat kerja mereka yang tertinggal di dalam terowongan. Namun tanpa sengaja mereka menemukan jasad korban, yang tergeletak tak jauh dari lokasi penemuan korban almarhum putranya, Imam Safei.

“Iya tak jauh dari lokasi temuan jasad anaknya,” tegasnya.

Rahmat memperkiraka, saat proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan selama ini jasad korban, tak terlihat karena tertutup dengan reruntuhan langit-langit terowongan dan sampah-sampah bekas dibawa banjir, dan kondisi terowongan yang gelap.

Atas penemuan ini, lanjut Dandim, 10 pekerja yang terperangkap dalam lorong terowongan sudah ditemukan semuanya dalam kondisi tidak bernyawa. Ia mengakui misi pencarian sudah dihentikan Minggu (31/1/2021) kemarin.

Sebelumnya, Minggu 24 Januari lalu, terjadi peristiwa longsor di area tambang batubara manual terowongan bawah tanah di desa itu. Kejadian berlangsung pukul 14.30 wita, setelah kolam penampungan air tambang jebol dan longsor ke dalam terowongan. Dalam kejadian itu 12 pekerja berhasil menyelamatkan diri, namun 10 lainnya terperangkap dalam terowongan. Belakangan berhasil ditemukan dalam kondisi tewas.

Penulis Alhakim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *