Korban Banjir Satui Meninggal Akibat Hypotermi

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Seorang korban banjir di kecamatan Satui, Habruddin Nor (70), warga desa Sinar Bulan RT 03 Nomor 23, ditemukan meninggal dunia dikediamannya, Minggu (16/5/2021) kemarin.

Terkait penyebab kematiannya, dari hasil visum akibat Hypotermi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Tanbu, H. Setia Budi mengatakan, berdasarkan hasil visum Puskesmas Satui, meninggalnya Habruddin saat terjadinya banjir karena penyebab alami.

Hasil visum tidak menunjukan adanya memar maupun pembengkakan pada tubuh korban.

“Penyebab alami, Hypotermi,” ujar Budi, mengutip keterangan Dokter Puskesmas Satui.

Kadis Kesehatan Tanah Bumbu, Setia Budi

Hal ini sekaligus menepis dugaan korban meninggal akibat kelaparan.

Berdasarkan data yang dihimpun, walaupun korban tinggal sendiri, keluarga korban tetap rutin mengantar makanan ke rumahnya. Serta selama banjir, selalu diberikan makanan kepada korban di rumahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanah Bumbu, Ardiansyah, mengatakan, kondisi terkini banjir di 6 desa di kecamatan Satui sudah normal, sejak Senin (17/5/2021) pagi.

Yakni desa Jombang, Satui Barat, Sejahtera Mulia, Satui Timur, Sinar Bulan dan Sungai Danau rendaman air sudah tak terlihat lagi. Luapan sungai Satui yang merendam sejak Kamis (13/5/2021), menyurut dan normal seperti sedia kala.

“Banjir sudah mereda, dan masyarakat kembali melakukan aktifitas normal seperti biasanya. Memang sebagian ada warga yang melakukan pembersihan di rumahnya masing-masing bekas banjir,” katanya.

Kadis Kominfo Tanah Bumbu, Ardianyah

Bahkan nyaris semua pengungsi yang sempat menginap di sejumlah posko pengungsian berangsur kembali ke rumah masing-masing secara bertahap. dari laporan yang diterimanya dari camat Satui, para relawan pun mulai dilepas kembali ke tempat asalnya, karena misinya selesai.

“Meski ada sebagian warga masih di pengungsian, karena para kepala keluarga melakukan bersih-bersih dirumahnya. Tapi secara keseluruhan banjir sudah reda,” terangnya.

Disebutkan, pemkab mewacanakan merelokasi permukiman warga yang kerap dilanda banjir, dan mengusulkan pembangunan bendungan Kusan, untuk mengantisipasi banjir kedepannya. Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *