Penulis : Redaksi

Tanah Bumbu – Dalam rangkaian meramaikan Pesta Laut Mappanre Ri Tasi’e 2024, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga gelar Karnaval Budaya melibatkan komunitas 19 etnis yang bermukim di Bumi Bersujud.

Karnaval dihelat Disbudporapar Tanah Bumbu satu hari jelang acara puncak dan dilepas Bupati dr Zairullah Azhar mengambil start di Jalan 7 Februari Pagatan, Sabtu (27/4/2024) sore.

Peserta karnaval budaya mengenakan beragam busana etnik dan unik. Dari baju adat Jawa, Batak, Dayak, Banjar, Bugis, Sulawesi, Arab hingga Madura.

Mereka berjalan kaki konvoi sepanjang 3 kilometer melintasi Jalan 7 Februari, Ahmad Yani, Arif Rahman Hakim terus ke Brigjen Hasan Basri dan kembali finish ke panggung utama Mappanre Ri Tasi’e di Pantai Pagatan.

Para punggawa karnaval tak hanya di ikuti kalangan dewasa, tapi juga anak-anak, remaja sampai lansia. Walau menempuh perjalan cukup jauh, tak tampak rasa lelah, karena semua bersuka cita merayakan pesta laut Mappanre Ri Tasi’e ini.

Selain mengenakan busana adat, mereka juga menampilkan sejumlah atraksi menarik. Seperti aksi bela diri tradisonal, tarian dan musik etnik.

Karnaval ini pun tak ayal menjadi pusat perhatian dan tonton pengunjung Mappanre Ri Tasi’e. Tak sedikit diantaranya mengabadikan momen ini dengan kamera dan gawainya.

Bagi pengunjung momen seperti ini jarang mereka temui, sehingga pantas untuk didokumentasikan. “Kan hanya setahun sekali saja. Jadi sayang tak dipotret,” ujar pengunjung asal Kota Banjarmasin, Yudhi.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengatakan, karnaval budaya ini menjadi simbol Bumi Bersujud dihuni beragam etnis nusantara zaman dulu.

“Meski berbeda tapi semua menjaga keharmonisan dan toleransi. Tanah Bumbu merupakan miniatur Indonesia,” tegasnya.

Dikisahkan, karnaval budaya ini juga adalah upaya pelestarian tradisi dimasa lampau. Karena sejak dulu sebenarnya sudah kegiatan serupa dengan sebutan Arak Kampung.

“Yakni arak-arakan keliling kampung untuk memberitahukan pelaksanaan puncak Pesta Pantai sehari sebelum event berlangsung,” terang Kadisbudporapar Tanah Bumbu H Syamsuddin.

“Sehingga karnaval budaya ini patut dihidupkan lagi dan dijaga kelestariannya,” pungkasnya. [alhakim]

Advertisements