Mengabarkan tanpa Mengaburkan

Jalan Nasional di Satui Barat Tidak Layak Dilintasi

Tanah Bumbu, lenterabanua.com Jalan Nasional di Satui Barat Tidak Layak Dilintasi

AKIBAT longsor, Rabu (28/9/2022) dinihari tadi, jalan di KM 171 Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu ambrol hingga kedalaman 20 meter. Bahkan satu bangunan turut amblas ke dalam jurang bibir tambang yang ada ditepi jalan.

Dampaknya, akses protokol Trans Kalimantan diarea ini sudah tak layak dilintasi karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Menurut saksi mata Ahmad Hamdani, warga setempat yang berjualan didekat lokasi kejadian, jalan nasional ini ambrol sekitar pukul 24.00 Wita lewat.

“Tiba-tiba terdengar suara keras seperti kayu patah, di iringi dengan amblasnya badan jalan dan juga di ikuti satu unit bangunan rumah yang berada persis di tepi jalan,” ungkap Hamdani.

Beruntung tak ada warga atau pengendara yang melintas, sehingga tak ada korban jiwa dalam musibah ini. “Saat kejadian jalan sepi. Tak ada kendaraan yang melintas,” terangnya.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga : "]

Sementara, lanjutnya, rumah yang turut ambrol dalam kondisi kosong. “Penghuninya sudah mengungsi. Sudah lama pak,” sambungnya.

Ia mengaku dalam beberapa bulan terakhir dihantui ketakutan terjadi sesuatu yang membahayakan dia bersama keluarga dan warga lainnya.

“Makanya kami berniat mencari rumah sewaan jauh dari tempat ini,” ucapnya.

Tapi dirinya akan tetap bertahan untuk menjaga rumah dan warung kelontongan miliknya. “Hanya anak istrinya yang pindah,” tegasnya.

Diakuinya, disekitar lokasi ini ada aktivitas pertambangan batubara. Bahkan pihaknya juga telah mengusulkan ganti untung agar bisa pindah dari permukiman yang sudah ditinggalinya selama 11 tahun.

“Saya rela melepas tempat usaha demi keselamatan jiwa keluarganya. Karena lokasi ini sudah tak aman untuk dimukimi,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu, Subhansyah MT, saat meninjau lokasi kejadian mengatakan, jalan ambrol ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

“Sehingga kami berkoordinasi dengan pemanggku kepentingan lainnya mengusulkan penutupan jalur ini,” katanya saat di lokasi kejadian.

Kemudian, tambahnya, jalur lalu lintas dipindahkan ke ruas alternatif. “Pemkab juga akan turut membenahi jalan ini bersama Balai Jalan Nasional,” tandasnya.

Terpantau di lapangan, jalan terpaksa ditutup bagi kendaraan roda empat ke atas. Karena sangat rawan dan berbahaya. Hanya pejalan kaki dan pengendara roda dua yang berani hilir mudik di samping jalan ambrol. [hk]

Advertisements

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *