Intip ‘Ritual’ Sang Dokter Mandi Subuh di Laut

Suasana kegiatan mandi bareng di laut pada pagi hari jajaran Pemkab Tanah Bumbu di Pantai Pagatan. Tampak matahari mulai muncul perlahan dari balik gunung.

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Jam baru menunjukkan pukul enam pagi. Namun disatu sudut Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu yang menjorok ke laut tampak puluhan orang sedang berenang dan berendam.

Bacaan Lainnya

Ada yang menggunakan alat apung, tapi sebagian besar tanpa pengaman. Mereka ternyata bukan orang sembarangan di Bumi Bersujud. Diantaranya Bupati Tanah Bumbu dr Zairullah Azhar.

Diketahui, air laut memiliki kandungan yang lebih beragam dibandingkan dengan air tawar atau air darat. Memiliki kandungan garam, potasium klorida dan mineral seperti magnesium.

Jika mandinya di pagi hari sekitar jam 06.00 sampai jam 07.00, dipercaya memberikan manfaat kesehatan. Hal inilah yang diyakini Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar yang juga seorang dokter kesehatan.

Ia lakoni rutinitas berendam dan berenang dilaut setiap pagi bersama Sekretaris Daerah DR Ambo Sakka dan hampir semua kepala dinas, kepala badan hingga kepala bagian dilingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Tampak pula sejumlah camat.

Usut punya usut, berenang di laut setiap pagi ini menjadi rutinitas mereka sejak 9 bulan lalu. Katanya sih untuk kesehatan. Dan mandi pagi di pantai ini seakan menjadi ‘ritual‘ wajib baginya.

Selain itu upaya membentuk karakter disiplin, membangun sikap religius dan tak kalah pentingnya merasakan langsung betapa indahnya potensi wisata Kabupaten Tanah Bumbu yang patut dikembangkan dan menjadi tugas semua SKPD.

Menurut Bupati Zairullah Azhar, dalam teori ilmiah air laut mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. “Terutama garam yang sangat membantu peredaran darah/ memperbaiki sel-sel tubuh,” ucapnya usai menyantap sarapan setelah berenang di laut.

Bahkan menurutnya, penyakit-penyakit seperti stroke berpeluang sembuh.

Lebih dari manfaat itu, ucapnya, sebagai komitmen dari pemerintah daerah, ingin Bumi Bersujud dengan segudang potensi wisatanya perlu dikembangkan dan dikelola agar bisa menghasilkan PAD bahkan devisa.

“Potensi kita banyak, ada goa, gunung, air terjun hingga laut. Bahkan dari Satui hingga ke Simpang empat panjang garis pantai kita 190 Km,” jelasnya.

Potensi-potensi ini akan dikelola secara manajerial dan profesional. “Kehadiran kami di Pantai Pagatan ini untuk memotivasi masyarakat dalam membangkitkan dunia pariwisata,” paparnya.

Ia berpesan, khususnya generasi muda bisa berkontribusi dan mengambil perannya.

“Setiap Sabtu Minggu lokasi ini dikunjungi masyarakat. Selain memberikan tempat refreshing, tentunya juga bisa menjadi sumber pendapatan memadai,” lanjutnya.

Ia lanjut mengatakan, jika selama ini Tanah Bumbu mengandalkan sektor tambang akan beralih ke sektor lain yang tak akan pernah habis. Seperti sumber laut dan pariwisata.

“Yang tak kalah penting juga, ada aspek religi dalam aktivitas mandi di laut. Secara filosofi, gelombang ini memberikan motivasi dan pelajaran bagi bahwa hidup dalam kondisi apapun, baik cobaan dan ujian,” tandasnya.

Ia berharap, banyak makna yang terkandung dalam rutinitas ini mampu membentuk karakter orang-orang yang turut melakukannya.

Sementara terpantau, ada yang menarik dalam rutinitas jajaran Pemkab Tanah Bumbu ini. Setiap kali mereka berenang dan berendam bareng di laut, ‘mentari‘ selalu mengintip. Matahari yang terbit diufuk timur kalah cepat hadirnya dari punggawa pemkab yang sudah lebih awal ‘melaut‘.

Fenomena ini memang bukan hal baru. Karena sudah dilakoni sejak 9 bulan lalu dan rutin hingga saat ini.

Namun warga tanah bumbu berharap, langkah ini akan memberikan manfaat dan nilai positif secara luas/ bagi kemajuan kabupaten serta memberikan dampak untuk kesejahteraan masyarakat Bumi Bersujud.

“Yang jelas kegiatan ini kan kegiatan sehat. Sekaligus melihat langsung kondisi pantai Pagatan. Agar mereka bisa menyadari apa saja yang diperlukan untuk dibenahi,” ucap Anwar Ali Wahab, warga Pagatan, Kusan Hilir ini.

Ia optimist, kehadiran kepala daerah dan jajarannya secara rutin setiap pagi di pantai ini akan mampu membangkitkan gairah pariwisata di daerah ini. “Menumbuhkan pariwisata,” tegasnya.

Pemandangan Pantai Pagatan saat matahari terbit sungguh sangat indah. Perpaduan sunrise dengan landscape pegunungan, air laut, pantai dan aktivitas nelayan terbilang unik. Tak semua daerah memiliki suasana seperti ini.

Suasana dan pemandangan ini sebenarnya sangat di incar wisatawan mancanegara. Sudah selayaknya tempat ini dikembangkan dan dibenahi menjadi sebuah destinasi unggulan sehingga menjadi magnet bagi pelancong. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *