Distan Siap Dorong Peningkatan Desa Tertinggal di Tanah Bumbu

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Tekad Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) memperjuangkan peningkatan status 3 desa di Bumi Bersujud yang masuk kategori tertinggal menjadi berkembang, disambut SKPD lainnya.

Diantaranya Dinas Pertanian Tanah Bumbu siap menunjang dan bersinergi mewujudkan impian kepala daerah melalui rencana strategis (Renstra) instansi masing-masing.

Bacaan Lainnya

Usai kunjungan di 3 desa tertinggal di kecamatan Teluk Kepayang kabupaten Tanah Bumbu, seluruh SKPD di instruksikan bupati Zairullah Azhar memiliki banyak program.

Semua turun tangan membantu desa Batu Bulan, Dadap Kusan Raya dan Tamunih agar terbebas dari status tertinggal. Dinas ditekankan untuk ambil bagian sesuai tupoksinya.

Menyikapi persoalan Itu, Kepala Dinas Pertanian Tanah Bumbu, Fauraji Akbar, Rabu (9/6/2021) mengatakan setelah kunjungan bersama bupati, Sabtu lalu, pihaknya langsung mengumpulkan warga, menyesuaikannya aspirasi mereka.

“Sehingga mengemuka kesimpulan, yang berpotensi untuk ditanami di wilayah ketiga desa tertinggal itu, selain padi diantaranya, jengkol, cengkeh, jahe, lada dan kopi,” ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya juga akan memberikan pembinaan dan pengetahuan cara membudidayakan tanaman ekonomis tersebut. Karena menurutnya, selain memiliki lahan yang cukup, produk ladang ini mudah dipasarkan dan diminati masyarakat.

“Kami berharap, masyarakat setempat tidak lagi melakukan tradisi berladang berpindah, sehingga fokus budidaya jenis tanaman hortikultura sangat menjanjikan untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat,” ucapnya.

Disebutkannya, sebelumnya sudah ada yang berjalan, misalnya jengkol karena pasaran mereka ternyata lebih dekat ke area kabupaten Banjar, Kandangan dan Tapin.

Perekonomian mereka bisa terbantu dengan adanya tanaman-tanaman itu, karena kebutuhan itu penting dipasaran.

“Jengkol sudah ada yang mereka tanam tapi masih sedikit, namun kami akan berikan pembinaan lagi untuk menanam lebih banyak jengkol dan cara perawatannya,” lanjutnya.

Seperti dilihat di lokasi, tanaman jengkol sudah ada. Sementara kopi tidak terlalu diminati padahal sebenarnya bagus untuk di wilayah tersebut.

Dinas Pertanian akan memberikan pemahaman hingga pelatihan bagaimana cara menanam dan merawat kopi, cengkeh, jahe dan lada.

“Insya Allah, di perubahan nanti, kita akan kirimkan bibitnya untuk masyarakat disana sesuai keinginan pa bupati,” katanya. Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *