Tanah Bumbu – Puluhan anak-anak berpenampilan pakaian adat dari berbagai suku tampak lucu dan menggemaskan di Gedung TP PKK Tanah Bumbu, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (16/6/2026).
Mengenakan busana adat yang beragam, mereka tampil memukau dalam acara Pentas Seni dan Perpisahan Angkatan III TK Islam Nurul Quran Batulicin.
Pantauan di lokasi, nuansa budaya Nusantara begitu kental terasa, salah satunya terlihat dari pakaian khas Banjar berwarna kuning menyala, lengkap dengan laung di kepala untuk anak laki-laki dan kerudung berhias bunga melati untuk anak perempuan.
Tidak kalah mencuri perhatian, beberapa anak juga tampak anggun mengenakan pakaian adat Bundo Kanduang Minangkabau Sumatra Barat, lengkap dengan penutup kepala ikonis yang menyerupai atap Rumah Gadang atau tanduk kerbau.
Ketua Yayasan Ashriyyah Romdhoniyyah Mubarokah, Ustadz Ahmad Romadlon menyampaikan, pelaksanaan pentas seni ini merupakan agenda tahunan yang sengaja dikemas untuk menampilkan bakat para peserta didik.
Tujuannya tidak lain adalah memberikan panggung bagi anak-anak agar berani tampil di depan umum sekaligus sebagai persiapan mental menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
“Untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak dengan penampilan mereka hari ini, mulai dari senam, penampilan tarian-tarian dan sebagainya,” kata Ustadz Ahmad Romadlon.
Langkah ini sejalan dengan visi besar sekolah untuk menumbuhkan generasi yang unggul dan Qurani sejak dini.
Selama menempuh pendidikan di TK tersebut, anak-anak dibiasakan dengan pendidikan Islami, mulai dari rutin melaksanakan salat dhuha, menghafal hadis-hadis pendek, hingga fokus utama belajar mengaji.
“Output-nya jelas melahirkan generasi-generasi yang Qurani,” tuturnya menegaskan.
Apresiasi tinggi pun datang dari pihak orang tua murid, perwakilan orang tua, Akhmad Safwansyah, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dewan guru yang telah sabar mendidik anak-anak mereka.
Ia mengakui bahwa mengajar anak usia dini bukanlah perkara mudah, mengingat dunia mereka yang masih didominasi oleh waktu bermain, namun, TK Islam Nurul Quran Batulicin dinilai sukses menanamkan karakter positif tersebut.
“Terima kasih kepada bunda-bunda yang mendidik anak-anak kami, yang telah mengajarkan pengetahuan khususnya soal Alquran. Yang mana awalnya mereka tidak tahu huruf iqro, sekarang sudah tahu,” ungkap Akhmad.
Menurutnya, kehadiran TK Nurul Qur’an ini sangat membantu para orang tua, terutama di tengah kesibukan kerja yang kadang membuat perhatian terhadap pendidikan agama anak menjadi kurang terperhatikan. [fik]
