Bertahan Dilevel 3 PPKM, PKB Tanbu Siapkan 300 Dosis Vaksin

Tanah Bumbu, lenterabanua.com – Kabupaten Tanah Bumbu belum mampu menurunkan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Karena sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 tahun 2021 tentang PPKM, Bumi Bersujud masih bertahan dilevel 3,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanah Bumbu, Eryanto Rais, Selasa (5/10/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, status ini berlaku dari 5 hingga 18 Oktober 2021. Selama waktu tersebut, pihaknya akan kembali gencar melakukan program sebelumnya dalam upaya penurunan penyebaran Covid-19.

Sebagai upaya menurunkan status, pemkab setempat kembali gencar melakukan gerakan vaksinasi massal. Salah satu upaya pemkab dengan menggandeng berbagai pihak menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum

Diantaranya melibatkan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (5/10/2021) di sekretariatnya Jalan Raya Batulicin.

Terpantau, ratusan masyarakat menyerbu lokasi ini untuk mendapatkan vaksin, baik dosis pertama maupun kedua.

“Sebanyak 300 dosis kami siapkan dalam vaksinasi massal kali ini,” ujar Wakil Ketua DPW PKB Kalsel, Risdianto Haleng.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi ini sebagai bentuk dukungan dan partisipasi pihaknya dalam menyukseskan program pemerintah yakni serbuan sejuta vaksinasi.

“Vaksin kali ini jenisnya Sinovac untuk dosis pertama dan kedua,” katanya.

Dijelaskannya, dalam kegiatan ini menerjunkan 16 petugas vaksinator dari Puskesmas Pulau Tanjung dan Pagatan.

“Rencananya kami akan melaksanakan gerakan vaksinasi massal ini hingga ke kecamatan,” tegasnya.

Sementara warga penerima manfaat, Eka mengaku senang dan sangat terbantu dengan kegiatan vaksinasi massal ini, karena memberikan fasilitas bagi masyarakat dalam menunaikan kewajibannya bervaksin.

“Saya berharap melalui suntik vaksin ini akan memberikan kesehatan. Juga mampu mencegah penularan virus Covid-19,” harapnya.

Hingga kini status Kabupaten Tanah Bumbu tetap bertahan di level 3 PPKM. Meski beragam upaya sudah dilakukan pemerintah daerah, namun belum bisa mencapai hasil maksimal.

Bahkan jajaran pemkab melakukan studi komparasi ke Kota Samarinda, Kaltim karena sukses menekan angka penyebaran Covid-19 hingga turun ke level 2. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *