Banjarbaru – Pemprov Kalsel terus memperkuat komitmen dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Banua melalui penguatan program beasiswa, bantuan pendidikan, serta pengelolaan asrama mahasiswa di luar daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Beasiswa serta Pengelolaan Asrama bagi Siswa yang Melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Sosialisasi dilaksanakan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalsel di Ruang Rapat Maksid Setdaprov Kalsel, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Memperluas Akses Pendidikan Tinggi melalui Sinergi Beasiswa, Bantuan Pendidikan serta Penguatan Asrama Kalimantan Selatan Menuju Generasi Unggul, Berbudaya dan Berakhlak Mulia.”
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai berbagai peluang beasiswa dan bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa asal Kalimantan Selatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin melalui Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, Fahrurazi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Banua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya membuka kesempatan yang lebih luas agar anak-anak Banua dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan secara ekonomi. Kita ingin memastikan bahwa jangan sampai ada anak Banua yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk kuliah tetapi harus berhenti hanya karena persoalan biaya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang melanjutkan studi ke kawasan Timur Tengah.
Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp25 juta bagi setiap mahasiswa, dengan kuota 50 mahasiswa setiap tahun dalam satu masa studi.
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa sekaligus mendorong mereka untuk mengembangkan wawasan dan kompetensi selama menempuh pendidikan di luar negeri.
“Bantuan ini tentu bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Kita berharap para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendukung proses pendidikan, memperluas wawasan, memperdalam ilmu, dan nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat dan Banua,” jelasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah diharapkan tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman keislaman, bahasa, budaya, serta wawasan global.
Karena itu, Fahrurazi berpesan agar para penerima maupun calon penerima beasiswa dapat menjalankan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta menjaga nama baik keluarga dan daerah.
“Jangan lupa bahwa ilmu yang diperoleh pada akhirnya harus kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Selain dukungan langsung kepada mahasiswa, Pemprov Kalsel juga memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan perguruan tinggi melalui berbagai mekanisme hibah, terutama dalam mendukung pemenuhan sarana dan prasarana serta peningkatan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, kualitas pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa dan tenaga pendidik, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran.
“Sarana prasarana yang memadai, tenaga pendidik yang berkualitas, serta tata kelola kelembagaan yang baik akan sangat menentukan kualitas lulusan,” katanya.
Untuk itu, bantuan melalui mekanisme hibah diharapkan dapat dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Perhatian serupa juga diberikan terhadap keberadaan Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan (AMKS) di luar daerah. [mc|ril]
