Banjarmasin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu gandeng Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) Bekasi, Jawa Barat dalam rangka penguatan transportasi darat
Yakni melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang dilaksanakan pada 21-23 November 2025 di salah satu hotel di Banjarmasin.
Narasumber yang dihadirkan Direktur PTDI-STTD, Avi Mukti Amin dan Dosen (Lektor) PTDI – STTD, Panji Pasa Pratama. Mereka bakal memberikan materi pembelajaran kepada jajaran Dinas Perhubungan Tanah Bumbu.
Kepala Dinas Perhubungan Tanah Bumbu, Dwi Dibyo Raharjo saat didelegasikan Bupati Andi Rudi Latif untuk membuka Bimtek menyampaikan, dunia transportasi saat ini berkembang sangat cepat.
“Mobilitas masyarakat semakin tinggi, adaptasi teknologi semakin mutlak dibutuhkan, dan standar pelayanan publik menuntut aparatur untuk bekerja lebih profesional, responsif, dan tepat sasaran,” kata Dwi yang akrab disapa Dabui ini membacakan sambutan Bupati.
Oleh sebab itu, sambungnya, kapasitas dan kompetensi aparatur Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Bumbu harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan kita dalam melakukan pengawasan dan pengendalian lalu lintas angkutan jalan, mulai dari aspek regulasi, operasional lapangan, penegakan aturan, hingga penggunaan teknologi informasi transportasi.
“Dengan peningkatan wawasan dan keterampilan ini, kita memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan yang dilakukan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan daerah,” lanjutnya menyampaikan amanat Andi Rudi Latif.
Disebutkannya, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memiliki visi besar untuk mewujudkan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab dengan tata kelola pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang prima.
“Ini selaras dengan visi tersebut, sektor perhubungan memegang peran vital. Ketertiban lalu lintas, kelancaran angkutan, keselamatan masyarakat, serta efisiensi mobilitas merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan pemerintah,” paparnya.
Bupati, kata Dabui, juga mengajak seluruh peserta untuk benar-benar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan serius.
“Serap pengetahuan yang diberikan narasumber, diskusikan persoalan yang ada di lapangan, serta rumuskan solusi yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan sektor perhubungan di daerah kita,” pungkasnya. [kim]
