Modus Modal Bisnis, Wanita Muda Tipu Rahma

Tanah Bumbu, lenterabanua.comModus Modal Bisnis, Wanita Muda Tipu Rahma

IMING-iming keuntungan bisnis jual beli solar dan ikan, seorang wanita muda warga Jalan Raya Serongga RT 014 Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu menipu sesama perempuan.

Bacaan Lainnya

Pelakunya, Ayu (22), menggunakan modus operandi berpura-pura menawarkan kerjasama dengan sistem modal usaha. Namun usaha yang ditawarkan ternyata tidak ada dan keuntungan yang dijanjikan pelaku tak diserahkan kepada korban.

“Pelaku tawarkan usaha jual beli ikan dan solar, kemudian korban tertarik dan berminat selanjutnya mentrasfer uang. Itu modusnya,” ungkap Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo SIK melalui Kasi Humas AKP H Iberahim Made Rasa, Sabtu (13/8/2022).

Korbannya Rahma, mengalami kerugian Rp25.000.000 karena tertarik menanamkan modalnya kepada pelaku sejak 16 November 2021 silam.

“Namun karena tak kunjung diberikan keuntungan dan uang modal korban tidak kembali akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi,” ucapnya.

Laporan korban di Polsek Simpang Empat ditindaklanjuti. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti. Setelah cukup pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka penggelapan.

“Pelaku dipanggil ke Polsek. Setelah ditetapkan tersangka langsung ditahan, 10 Agustus 2022 kemarin,” tegasnya.

Kasus ini berawal saat korban berminat menanamkan modalnya kepada pelaku November 2021 lalu. Pelaku menawarkan investasi bisnis jual beli solar dan ikan. Karena tertarik korban mentransfer uang pertama sebesar Rp. 20.000.000.

“Kemudian disusul transferan kedua sebesar Rp5.000.000 ke rekening pelaku yang bernama Siti Nur Ayu Rizki dengan nomor rekening Bank BRI: 45020103084453. Namun ternyata usaha yang dikatakan oleh pelaku tidak ada,” sambungnya.

Tapi modal berserta keuntungan yang dijanjikan pelaku tidak diserahkan kepada korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp25.000.000.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 jo Pasal 372 jo Pasal 55 dan 56 KUHP terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan,” pungkasnya. [hk]

Pos terkait