Banjarbaru – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan berencana mengembangkan Inovasi Expo sebagai wadah yang lebih luas bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, inovator, dan masyarakat umum untuk memperkenalkan serta mengembangkan gagasan riset dan inovasi.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah agar semakin kolaboratif dan berdampak bagi pembangunan.
Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, menyampaikan hal tersebut pada Penganugerahan Pemenang Kalsel Innovation Award (KIA) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2026 di Gedung Idham Chalid, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (20/10/2026).
Thaufik menjelaskan, tingginya antusiasme peserta dalam kompetisi inovasi dan karya tulis ilmiah menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas ruang partisipasi.
Menurutnya, kegiatan riset dan inovasi perlu memberikan kesempatan kepada lebih banyak kalangan, termasuk generasi muda di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa.
Ia mengungkapkan, BRIDA Kalsel juga mempertimbangkan pengembangan kategori lomba karya tulis ilmiah berdasarkan latar belakang peserta, seperti pelajar tingkat SMA, mahasiswa, dan akademisi.
Pengelompokan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi karakteristik serta potensi peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan bidang keilmuan.
“Generasi muda, khususnya setingkat SLTA, juga menunjukkan semangat yang semakin tinggi. Ke depan, kita berharap klasifikasi karya tulis ilmiah dapat dibedakan, misalnya untuk tingkat SLTA, mahasiswa, dan akademisi, sehingga semakin banyak gagasan yang bisa kita tampung,” ujarnya.
Selain memperluas kategori kompetisi, BRIDA Kalsel merencanakan penyelenggaraan Inovasi Expo dengan skala yang lebih besar pada tahun mendatang.
Berbeda dengan penganugerahan yang berfokus pada pemberian apresiasi kepada para pemenang, expo tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan inovator dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperkenalkan karya dan hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti, perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum diharapkan dapat berpartisipasi dalam satu ruang kolaborasi.
Pertemuan antarpihak ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja sama, mempertemukan gagasan dengan kebutuhan pembangunan, serta mendorong penerapan hasil riset dan inovasi.
Thaufik menegaskan bahwa pengembangan ekosistem inovasi tidak cukup dilakukan melalui perlombaan dan penghargaan semata.
Diperlukan kesinambungan antara proses menghasilkan gagasan, menguji solusi, mengembangkan inovasi, hingga menerapkannya dalam penyelesaian persoalan pembangunan.
Menurutnya, riset membantu pemerintah dan masyarakat memahami permasalahan berdasarkan data serta bukti ilmiah.
Sementara itu, inovasi menjadi sarana untuk menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi solusi yang dapat digunakan dan memberikan manfaat secara langsung.
Karena itu, hasil karya yang ditampilkan dalam kompetisi maupun expo nantinya diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi atau kebanggaan bagi penciptanya, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui uji coba, penyempurnaan, replikasi, dan kerja sama dengan pihak yang membutuhkan.
“Harapan kita, ke depan bukan hanya Kalsel Innovation Award, tetapi juga ada Inovasi Expo yang lebih besar dan dapat diikuti pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, serta seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, kita bisa membangun ekosistem riset dan inovasi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Rencana pengembangan Inovasi Expo tersebut sejalan dengan upaya BRIDA Kalsel untuk memperkuat keterhubungan antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar gagasan inovatif dapat memperoleh dukungan, dikembangkan sesuai kebutuhan, dan memiliki peluang untuk diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui perluasan kategori lomba dan rencana penyelenggaraan Inovasi Expo, BRIDA Kalsel berharap partisipasi masyarakat dalam riset dan inovasi semakin meningkat.
Upaya ini sekaligus menjadi langkah untuk menumbuhkan budaya inovasi sejak dini serta memastikan potensi kreativitas masyarakat dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. [dam|mc]
